PALMERAH, WARTA KOTA - Jakarta dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi destinasi gaya hidup internasional yang diperhitungkan dunia.
Bukan hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, ibu kota kini mulai dipandang punya karakter kuat sebagai kota urban modern dengan energi yang berbeda dari kota lain di Asia Tenggara.
Pandangan itu mengemuka dalam workshop yang digelar Delivering Asia atau DA saat Indonesia Tourism Xchange atau ITX 2026 berlangsung di The Langham Jakarta, Senin (12/5/2026).
Acara tersebut dihadiri lebih dari 400 pelaku industri pariwisata, perhotelan, dan komunikasi dari berbagai daerah.
Baca juga: DPRD DKI Temukan 15 Gedung di Jakarta Tak Laik Fungsi, Rumah Sakit dan Hotel Terancam Disegel
Workshop digelar bersama H3 Indonesia dan Harian Kompas untuk membahas strategi komunikasi dalam mempromosikan Jakarta sebagai destinasi gaya hidup global.
Pendiri sekaligus CEO Delivering Asia, David Johnson, mengatakan Jakarta sebenarnya memiliki hampir semua elemen penting sebagai destinasi perkotaan kelas dunia.
Mulai dari hotel mewah, restoran premium, fasilitas MICE berstandar internasional, hingga kehidupan malam dan budaya urban yang terus berkembang.
Namun menurut David, semua potensi tersebut harus dikemas dengan narasi yang kuat agar Jakarta memiliki identitas yang berbeda dari kota lain.
Baca juga: Tangis Haru Seorang Ibu Saat Melepas Sapi yang Dirawat Sejak Kecil
“Destinasi perkotaan terkuat di dunia tidak didefinisikan oleh landmark atau atraksi saja, tetapi juga oleh perilaku dan gaya hidup masyarakatnya,” ujar David Johnson.
Ia menyebut Jakarta memiliki perpaduan unik antara keramahan khas Indonesia dengan gaya hidup kota modern yang bergerak cepat.
Karena itu, Jakarta dinilai tak bisa hanya diposisikan sebagai perpanjangan Bali atau meniru Bangkok dan Singapura.
David menilai ibu kota Indonesia punya identitas sendiri sebagai “jantung Indonesia yang penuh energi tinggi”.
Bidik Wisatawan Urban dan Digital Nomad
Dalam workshop tersebut, para peserta juga membahas peluang Jakarta menarik wisatawan urban, eksekutif muda, hingga digital nomad.
Menurut David, suasana kontras di Jakarta justru menjadi daya tarik tersendiri.
Budaya rooftop bar modern hingga wellness tradisional Indonesia dianggap mampu menciptakan pengalaman berbeda bagi wisatawan mancanegara.
Selain itu, konektivitas kereta cepat menuju Bandung juga disebut membuka peluang wisata dua kota di Pulau Jawa bagian barat.
Bandung yang dikenal sebagai Kota Kreatif Desain UNESCO dinilai bisa menjadi paket perjalanan menarik bersama Jakarta.
Baca juga: Rustini Muhaimin Dorong Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini
ITX 2026 sendiri berlangsung di tengah momentum menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027 mendatang.
Tema “Reimagining Journeys” diangkat untuk membahas perkembangan industri pariwisata Indonesia, mulai dari tren hotel mewah, investasi, desain, teknologi, hingga keberlanjutan.
Editor Harian Kompas, Budi Suwarna, mengatakan Jakarta memiliki peluang besar menarik generasi baru penjelajah urban.
“Keaslian, akurasi, dan eksklusivitas adalah elemen terpenting dalam bercerita dengan baik,” kata Budi Suwarna.
Sementara Ketua H3 Indonesia, Yulia Maria, berharap workshop tersebut membantu para pelaku industri perhotelan dan komunikasi dalam mempromosikan Jakarta ke pasar internasional.
“Setelah sesi ini, saya yakin mitra PR dan profesional perhotelan kami akan siap menampilkan keajaiban Jakarta kepada klien mereka,” ujar Yulia Maria.
ITX 2026 diselenggarakan oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia bersama Langham Hospitality Group.