Awal Baru untuk Kalvin Phillips di Manchester City Setelah Kepergian Pep Guardiola? Pembaruan Masa Depan Gelandang Inggris Senilai £45 Juta
Agus Firmansyah May 29, 2026 12:41 AM

Kalvin Phillips menghadapi titik balik penting dalam kariernya setelah kepergian bersejarah Pep Guardiola dari Manchester City. Setelah periode sulit yang membuat pemain senilai £45 juta itu kesulitan mendapatkan menit bermain dan performa, era baru di Etihad di bawah asuhan Enzo Maresca mungkin memberi secercah harapan, meskipun jalan terbaik untuk menebus masa sulitnya tampak berada di luar Manchester.

Lanskap pasca-Guardiola di Manchester City

Dimulainya era baru di City setelah berakhirnya masa jabatan 10 tahun Guardiola langsung memunculkan pertanyaan mengenai masa depan para pemain yang berada di pinggiran skuad. Sementara Maresca telah dipersiapkan untuk menggantikan pelatih asal Katalonia itu, perubahan di kursi manajer belum tentu menjadi penyelamat otomatis bagi Phillips. Gelandang tim nasional Inggris tersebut kesulitan menemukan perannya di Etihad, dengan hanya mencatat 32 penampilan di semua kompetisi sejak pindah dari Leeds United pada tahun 2022.

Meskipun memiliki hubungan pribadi dengan Maresca, yang pernah bekerja bersama Phillips saat menjadi asisten Guardiola, City diperkirakan akan tetap aktif di bursa transfer untuk mencari tambahan kekuatan. Dalam upaya merebut kembali gelar Liga Premier dan memperbaiki performa di level Eropa, klub tampaknya lebih cenderung melepas Phillips daripada mencoba mengintegrasikannya kembali ke tim yang telah berkembang tanpa dirinya. Dengan dua tahun tersisa di kontrak bernilai tinggi, semua pihak membutuhkan penyelesaian yang jelas.

Sheffield United memimpin perburuan

Salah satu klub yang memantau situasi ini dengan penuh perhatian adalah Sheffield United, menurut laporan dari The Star. The Blades masih berminat membawa kembali Phillips ke Bramall Lane, bahkan setelah masa pinjaman yang diwarnai cedera pada paruh kedua musim lalu. Chris Wilder, pelatih Sheffield United, sudah lama mengagumi pemain berusia 30 tahun itu dan menilai pengaruhnya melampaui kontribusi di atas lapangan, karena terkesan dengan profesionalismenya selama berada di South Yorkshire.

Upaya memboyong kembali Phillips telah berdampak signifikan pada skuad United. Laporan tersebut menambahkan bahwa keinginan klub untuk kembali bekerja sama dengan mantan pemain Leeds itu menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan melepas Jairo Riedewald. Gelandang asal Belanda itu dikabarkan terkejut dengan perubahan keputusan klub setelah sebelumnya diyakinkan bahwa opsi perpanjangan kontrak satu tahunnya akan diaktifkan — hal ini menunjukkan betapa besar prioritas Wilder dan stafnya terhadap pemain milik Manchester City tersebut.

Hambatan finansial dalam kesepakatan

Walaupun transfer permanen sempat dibahas, laporan itu menyebutkan bahwa Sheffield United kemungkinan besar akan mendorong kesepakatan pinjaman baru. Aspek finansial menjadi kendala terbesar, karena gaji Phillips jauh di atas kemampuan finansial The Blades. Namun, City sebelumnya telah menunjukkan kesediaan untuk menanggung sebagian gajinya agar sang gelandang bisa mendapatkan waktu bermain reguler, dan skenario yang sama bisa kembali terjadi musim panas ini.

Wilder jelas sangat mengagumi profil sang gelandang serta pengaruhnya di ruang ganti. Berbicara tentang kemungkinan kembalinya Phillips, pelatih The Blades itu secara terbuka menyatakan niatnya.

“Dia masih akan diminati banyak klub,” ujar Wilder. “Kami sudah mendatangkan seorang profesional yang hebat. Dia memang kurang beruntung karena cedera dan belum bermain sebanyak yang diinginkannya. Saya sudah berbicara dengannya dan mengatakan bahwa kami akan senang menjadi salah satu opsi baginya, bagi agennya, serta klub induknya jika memungkinkan.”

Rekomendasi positif dari Wilder

Meskipun waktu bermain Phillips selama masa pinjamannya terbatas — hanya tiga kali tampil sebelum cedera dalam derby Steel City mengakhiri musimnya — Wilder meyakini bahwa karakter sang pemain membuat risikonya layak diambil. Sang manajer bertekad membangun skuad dengan pengalaman dan jiwa kepemimpinan tinggi, dua hal yang ia yakini dimiliki oleh pemain tim nasional Inggris tersebut.

Wilder menutup dengan mengatakan: “Dia jelas memenuhi semua aspek dalam hal kepribadian dan karakter, baik di dalam maupun di luar lapangan. Jika ada kesempatan, kami tentu akan mencoba untuk menjajaki kemungkinan itu.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.