Ini Ketakutan Warga Saat Melewati di Jalan Nasional Desa Tatakan Tapin Selatan Kalsel
Edi Nugroho May 29, 2026 12:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU.- Ini ketakutan warga saat melewati di Jalan Nasional Desa Tatakan Tapin Kalsel.

Sejumlah lubang di ruas jalan nasional kawasan Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai membahayakan pengendara, Kamis (28/5/2026). 

Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang terlihat berada di badan jalan tepat di dekat jembatan jalur kendaraan yang ramai dilintasi mobil maupun sepeda motor. 

Kondisi tersebut membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan menghindari lubang agar tidak mengalami kecelakaan. 

Baca juga: Ingin Berikan Rasa Aman di Masyarakat, Tim URC Polresta Banjarmasin Kembali Diaktifkan 

Baca juga: Dibawa Keluarga Korban ke Polisi, Buruh di Banjarmasin Mengaku Setubuhi Siswi SMA Belasan Kali

Beberapa kendaraan tampak melintas secara hati-hati, terutama pengendara roda dua yang berisiko kehilangan keseimbangan apabila tidak memperhatikan kondisi jalan.

Warga sekitar berharap kerusakan jalan tersebut segera mendapat penanganan dari pihak terkait sebelum memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih lokasi berada di tikungan dan menjadi akses utama penghubung antarwilayah di Kabupaten Tapin.

Pengguna jalan juga diimbau untuk lebih waspada saat melintas, khususnya pada malam hari maupun saat hujan karena lubang dikhawatirkan sulit terlihat.

Rusak Saat Banjir

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tapin, H Yustan Azidin, menegaskan perlunya penanganan cepat, terutama pada titik-titik yang mengalami kerusakan cukup parah.

Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2027 di Aula Tamasa, Kantor Bupati Tapin, Kota Rantau, belum lama ini.

Menurut Yustan, kerusakan tidak hanya terjadi pada badan jalan, tetapi juga dipicu oleh kondisi sungai yang mengalami penggerusan tebing hingga berdampak ke infrastruktur jalan.

“Banyak titik yang terdampak akibat hanyutan dan gerusan tebing sungai. Bahkan ada siring yang rusak dan menyebabkan penurunan badan jalan,” ujarnya.

Yustan menyebutkan, sedikitnya ada lima titik di sektor sungai yang menjadi perhatian dan diusulkan untuk segera ditangani oleh Balai Wilayah Sungai.

Beberapa di antaranya berada di wilayah Kelurahan Kupang, tepatnya di dekat Jembatan Kilat, yang mengalami penurunan hingga mendekati bahu jalan. 

Selain itu, titik rawan juga ditemukan di Mandarahan, Kelurahan Rantau Kanan serta dua lokasi di kawasan Desa Keramat, Kecamatan Tapin Utara.

“Kondisi ini kita khawatirkan bisa membahayakan pengguna jalan jika tidak segera ditangani. Karena sudah ada penurunan badan jalan,” jelasnya.

Tak hanya sektor sungai, Yustan juga menyoroti kerusakan pada ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Tapin, terutama yang sebelumnya terdampak banjir. 

Beberapa ruas prioritas yang diusulkan untuk penanganan antara lain ruas Marabahan- Margasari, Margasari-Muara Muning, hingga Muara Muning-Belimau.

“Kerusakan cukup banyak, terutama lubang-lubang jalan pascabanjir. Ini sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti perlunya perbaikan perkerasan bahu jalan serta penanganan sejumlah jembatan di ruas Marabahan menuju Margasari. 

Yustan mengakui, dalam forum Musrenbang tersebut tidak semua perwakilan balai teknis pusat dapat hadir. 

Namun demikian, pihaknya tetap akan menyampaikan usulan tersebut melalui jalur resmi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional maupun Balai Wilayah Sungai. 

“Kita berharap ini menjadi prioritas dan segera ditangani. Karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi,” tegasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.