‘Dipersembahkan untuk semua yang bilang aku sudah habis!’ – Bintang Inter menanggapi para pengkritiknya setelah meraih penghargaan MVP Serie A hanya setahun setelah kegagalan treble Eropa dan domestik yang menyakitkan
Dewi Rahayu May 30, 2026 06:10 AM

Federico Dimarco memberikan balasan kepada para pengkritiknya yang sempat menyebut dirinya telah “selesai” setelah musim 2024-25 yang buruk bagi Inter. Pemain internasional Italia itu tampil gemilang saat membantu Inter meraih gelar ganda domestik dan mencatatkan sejarah sebagai pemain Italia pertama yang memenangkan penghargaan MVP Serie A.


Dimarco menuntaskan kebangkitan luar biasa setelah musim berat


Dimarco mengalami kebangkitan luar biasa bersama Inter setelah melewati salah satu periode tersulit dalam kariernya hanya 12 bulan sebelumnya. Pemain sayap tersebut mendapat kritik tajam setelah kekalahan 5-0 Inter dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions, dalam musim yang berakhir tanpa satu pun trofi.


Musim 2025-26 menjadi ajang pembuktian yang dramatis. Dimarco mencatatkan 18 assist dan tujuh gol untuk tim asuhan Cristian Chivu yang berhasil memenangkan gelar Serie A dan Coppa Italia. Penampilan impresifnya juga membuatnya meraih penghargaan MVP liga, menjadikannya pemain Italia pertama yang menerima penghormatan tersebut.


Dimarco menanggapi kritik


Dimarco mengakui bahwa ia tidak menyangka akan meraih kesuksesan sebesar ini setelah kekecewaan musim sebelumnya, dan menyebut musim ini sebagai yang terbaik sepanjang kariernya. Dalam wawancaranya dengan Sky Sport, ia mengungkapkan bahwa kritik yang diterimanya musim lalu sangat memengaruhinya, terutama komentar yang menyebut dirinya sudah tidak mampu tampil di level tertinggi.


“Ini adalah musim terbaik dalam karier saya. Kami memulai dari situasi sulit, dan memenangkan dua trofi seperti Scudetto dan Coppa Italia, lalu ditambah penghargaan MVP, adalah sesuatu yang luar biasa dan jujur saja, tidak pernah saya bayangkan di awal musim,” ujar Dimarco.


“Saya mempersembahkan ini untuk keluarga saya, tetapi juga untuk orang-orang yang di akhir tahun lalu mengatakan bahwa saya sudah habis. Mereka bilang saya harus dijual, bahwa saya hanya bisa bermain 35 menit, bahwa saya tidak bisa bertahan. Hal-hal seperti itu menyakitkan ketika dibaca sekarang. Tapi yang bisa saya katakan adalah, setiap kali saya mengenakan jersey ini dan melangkah ke lapangan, saya selalu memberikan lebih dari 100 persen.”


Mencatat sejarah untuk Italia


Selain trofi kolektif yang diraih bersama Nerazzurri, penghargaan individu Dimarco memiliki arti besar bagi sepak bola Italia. Dengan menjadi pemain paling berharga liga, ia memutus tren dan menjadi pemain lokal pertama yang meraih penghargaan tersebut dalam formatnya saat ini. Sebuah pencapaian yang sulit diungkapkan dengan kata-kata oleh pemain kelahiran Milan itu, terutama mengingat kedekatannya dengan klub dan tim nasional.


“Menjadi orang Italia pertama yang memenangkan penghargaan MVP membuat saya sangat bangga, karena Anda bermain untuk negara Anda, bersama tim favorit Anda,” ujarnya. “Saya bahkan kesulitan menggambarkannya. Ini adalah penghargaan yang tidak saya duga, benar-benar hasil dari semua kerja keras yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun.”


Dimarco tetap menjadi bagian inti proyek Inter


Inter kini bertekad mempertahankan dominasi domestik mereka, dan Dimarco diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam skuat Chivu. Pentingnya peran Dimarco di klub terus meningkat setelah musim yang meneguhkan posisinya di antara bek sayap menyerang terbaik di Eropa. Setelah berhasil membungkam kritik tentang kebugaran dan kemampuan bertahannya, Dimarco kini memasuki musim berikutnya dengan status yang semakin kokoh di Inter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.