Heboh Penemuan Mayat di Laut Cirebon, Gantungan Huruf “M” dan Paket Jadi Petunjuk Penting
Mutiara Suci Erlanti May 30, 2026 07:32 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Penemuan mayat tanpa identitas yang mengapung di Perairan Laut Cirebon, Jumat (29/5/2026), menyisakan misteri di balik sejumlah barang pribadi yang ditemukan bersama korban.


Gantungan huruf 'M' yang menempel di tas korban hingga paket Shop** atas nama seorang warga Arjawinangun kini menjadi petunjuk penting yang ditelusuri polisi untuk mengungkap identitas korban.


Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di wilayah Perairan Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Baca juga: Dicari Semalaman Karena Tak Pulang, Penjaga Kecamatan di Cirebon Terperosok ke Dalam Sumur Tua


Setelah menerima laporan dari patroli laut, aparat kepolisian bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dari tengah laut menuju Dermaga Kade Parit Pelabuhan Cirebon sebelum korban dibawa ke RSUD Gunung Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolsek KPC, AKP Asep Sunaryo mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan begitu menerima informasi adanya mayat terapung di wilayah perairan Cirebon.


“Setelah menerima laporan dari personel patroli laut, pihak kepolisian bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal, pengamanan area, pemeriksaan saksi-saksi hingga proses evakuasi korban menuju dermaga sebelum dibawa ke rumah sakit guna kepentingan identifikasi dan penyelidikan lanjutan,” ujar Asep, melalui keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026) malam.


Penemuan mayat itu bermula ketika Crew Kapal Polisi VIII-1022 Ditpolairud Polda Jabar melakukan patroli rutin di perairan Cirebon sejak pagi hari.


Saat melakukan pemeriksaan terhadap kapal pengangkut batu bara, kapten kapal melihat benda mencurigakan yang mengapung di permukaan laut.


Setelah didekati, benda tersebut ternyata tubuh manusia dalam kondisi sudah meninggal dunia.


Petugas patroli laut kemudian segera menghubungi piket siaga Ditpolairud Polda Jabar untuk meminta bantuan proses evakuasi.


Beberapa personel diterjunkan dengan membawa kantung jenazah dan perlengkapan evakuasi agar penanganan berjalan cepat dan sesuai prosedur.


Setibanya di Dermaga Kade Parit Pelabuhan Cirebon, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap barang-barang yang ditemukan bersama korban.


Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan berusia remaja hingga dewasa muda.


Korban ditemukan mengenakan jaket hitam merek ZARA serta membawa backpack coklat merek Summer.


Yang menarik perhatian petugas, pada bagian resleting tas terdapat gantungan boneka berbentuk hati warna putih, gantungan berbentuk bunga, serta akrilik huruf 'M' yang diduga dapat menjadi petunjuk identitas korban.


Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang pribadi lainnya berupa satu unit handphone Infinix Note 50 Pro warna titanium, Samsung Galaxy Tab S-10 FE warna hitam, hingga satu bungkus paket Shop** atas nama Rena Sihombing beralamat di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.


Tak hanya itu, petugas turut menemukan pas foto laki-laki mengenakan seragam SMA dengan perkiraan usia sekitar 16 hingga 18 tahun.


“Barang-barang yang ditemukan bersama korban kini diamankan sebagai bahan penyelidikan untuk membantu proses identifikasi,” ucapnya.


Proses penanganan di lokasi melibatkan personel Satreskrim, Satpolairud, Intelkam, Inafis hingga Polsek KPC yang bersama-sama melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi dan pengumpulan informasi guna mempercepat pengungkapan identitas korban.

Baca juga: Peristiwa Nahas di Indramayu, Seorang Wanita Meninggal Tertabrak Kereta Api


Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun datang langsung ke RSUD Gunung Jati.


“Kami mengajak masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau datang ke RSUD Gunung Jati guna membantu proses identifikasi,” jelas dia.


Asep juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya terkait penemuan mayat tersebut.


“Apabila masyarakat menemukan informasi penting terkait korban, segera sampaikan melalui kantor polisi terdekat atau Layanan Polisi 110,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.