Michael Olise dan Lamine Yamal kini dianggap sebagai dua winger kanan terbaik di dunia sepak bola, namun Marcel Desailly mengatakan kepada GOAL bahwa bintang Prancis milik Bayern Munich itu masih “satu langkah di bawah” talenta muda Barcelona tersebut. Kedua pemain ini terus menampilkan angka luar biasa untuk klub dan negara masing-masing, dengan kemampuan mereka yang memukau siap bersinar di Piala Dunia 2026.
Olise & Yamal menuju Piala Dunia 2026 bersama Prancis & Spanyol
Olise dipastikan akan tampil di turnamen itu bersama tim nasional Prancis, sementara Yamal diharapkan pulih tepat waktu dari cedera untuk berperan penting bagi Spanyol. Banyak pihak meyakini bahwa Les Bleus dan La Roja akan menjadi dua kekuatan utama yang bersaing meraih kejayaan di tanah Amerika Utara.
Jika salah satu negara tersebut ingin mendekati target tersebut, kreativitas dari sisi sayap akan menjadi faktor kunci untuk menuntun mereka menuju kesuksesan. Dalam hal ini, Didier Deschamps dan Luis de la Fuente memiliki dua pemain elit yang bisa diandalkan.
Gol & assist: Catatan Olise & Yamal di musim 2025-26
Juara Bundesliga, Bayern Munich, melihat Olise — pada musim keduanya di Allianz Arena — mencetak 20 gol dan memberikan 26 assist sepanjang musim 2025-26. Sementara itu, Yamal, yang membantu Barcelona menjuarai La Liga, mencetak 24 gol dan memberikan 18 assist untuk rekan-rekannya.
Yamal baru berusia 18 tahun, namun sudah menikmati perjalanan karier yang sangat cepat menuju puncak. Sementara Olise, yang kini berusia 24 tahun, menempuh jalur yang lebih panjang untuk sampai ke level tertinggi sepak bola dunia sebagai pemain kelahiran London yang membela tim nasional Prancis.
Siapa yang terbaik? Menilai bintang Bayern Olise & sensasi Barcelona Yamal
Secara produktivitas, sulit membedakan antara Olise dan Yamal dalam posisi mereka. Namun, pemenang Piala Dunia 1998, Marcel Desailly — berbicara dalam wawancara dengan MrRaffle.com — mengatakan kepada GOAL ketika ditanya apakah keduanya sudah berada di level yang sama: “Saya pikir dalam intensitas pertandingan dengan tingkat yang lebih tinggi, Olise masih satu langkah di bawah Yamal.
“Yamal memiliki pemahaman yang lebih baik — sedikit keunggulan dalam memahami jebakan yang akan dipasang untuknya di lapangan. Anda bisa melihatnya dalam pertandingan antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munich, di mana Olise belum mampu menghadapi tekanan dari lawan. Dia masih harus belajar. Kita bisa melihat bahwa dia masih perlu berkembang dalam sistem tersebut.
“Yang menarik, Yamal justru lebih muda. Namun Yamal mampu membaca dan memahami intensitas yang dibutuhkan di level tertinggi, terutama dalam hal konsistensi usaha. Olise mengalami penurunan performa yang nyata di sana. Saya sedikit kecewa. Hal itu tidak mengurangi kualitasnya, hanya saja terlihat bahwa dia masih membutuhkan ruang perkembangan yang lebih besar untuk mencapai level penghargaan yang sama seperti yang kita berikan kepada Yamal.”
Ambisi Ballon d'Or: Apakah Olise atau Yamal Bisa Meraih Bola Emas 2026?
Meski Desailly menilai Olise masih berada sedikit di bawah Yamal dalam urutan peringkat dunia, keduanya dianggap sebagai kandidat utama untuk meraih penghargaan Ballon d’Or pada tahun 2026.
Jika salah satu dari mereka berhasil menjadi bagian dari tim juara di Piala Dunia musim panas ini dan memberikan kontribusi besar dalam perjalanan menuju kemenangan, peluang mereka untuk meraih Bola Emas akan meningkat secara signifikan.