Seorang remaja berinisial R.A.R (14), warga Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Sabtu (30/5/2026) pagi.
Korban diketahui merupakan pelajar SMP yang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kota Lubuklinggau.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anggota keluarga yang merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar.
Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur, Ipda Vheery, mengatakan korban tinggal bersama ibunya setelah kedua orang tuanya berpisah sejak lama.
"Orang tua sudah cerai lama. Ayahnya tinggal di Siring Agung, sedangkan korban selama ini tinggal bersama ibunya," kata Vheery.
Penemuan korban bermula oleh bibi dan nenek korban yang melihat korban tak kunjung keluar dari kamar, karena penasaran bibiknya naik melihat korban yang tidur dilantai dua rumah.
"Jenazah korban pertama kali ditemukan bibi dan neneknya yang tidak melihat keberadaan korban, posisi korban dilantai dua, saat ditemukan mereka sudah tergantung," ungkapnya.
Vherry menjelaskan dugaan korban mengakhiri hidup karena menderita sakit inspeksi saluran kencing (ISK) yang tak kunjung sembuh.
"Dugaan ada riwayat sakit kencing, hal itu diperkuat atas keterangan dari keluarga dan beberapa teman korban," ujarnya.
Dalam status Whatsap -nya, korban mengeluh dan merasa sudah tidak tahan lagi akibat sakit yang dideritanya itu.
"Dugaannya korban sudah tidak tahan lagi, gara-gara sering sakit nahan kencing itu," ungkapnya.
Selain itu, status whatsApp terakhir, korban terlihat senang ketika berhasil merangkai seutas tali tambang yang dibuat seperti menyerupai untuk gantung diri.
"Jadi status WhatsApp terakhirnya senang saat berhasil membuat tali untuk gantung diri," ujarnya.