TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bangunan terminal lama di Kawasan Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terlihat tidak lagi berfungsi dan terbengkalai selama bertahun-tahun belakangan ini.
Pantauan TribunPapuaBarat.com Sabtu (30/5/2026) di lokasi menunjukkan sejumlah fasilitas terminal dalam kondisi memprihatinkan.
Dinding bangunan tampak kusam dan dipenuhi lumut, sementara beberapa bagian tangga serta lantai terlihat mengalami kerusakan akibat minimnya perawatan.
Terminal yang sebelumnya dibangun sebagai sarana pendukung aktivitas transportasi masyarakat itu kini tampak sepi, tanpa aktivitas kendaraan maupun penumpang.
Baca juga: Mama David, Sosok Perempuan Kuat yang Bertahan Jualan Seadanya di Terminal Lama Thumburuni
Pada sejumlah sisi bangunan, tumbuhan liar mulai tumbuh di sela-sela dinding dan area tangga.
Sementara sebagian atap plafon terminal telah terlihat terkelupas dan ambruk.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas publik tersebut sudah lama tidak digunakan sebagaimana mestinya pasa kebakaran Padar Rakyat Thumburuni saat kerusuhan sosial se-Tanah Papua tahun 2019.
Warga sekitar menilai keberadaan terminal lama Pasar Rakyat Thumburuni yang tidak dimanfaatkan menjadi perhatian tersendiri.
"Pemerintah Daerah sudah seharusnya punya solusi konkret yang cepat, mengingat bangunan tersebut berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan pusat aktivitas perdagangan masyarakat," ujar salah satu warga Fakfak, Arifin kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak.
Arifin mengemukakan, selain menimbulkan kesan kumuh, bangunan yang dibiarkan kosong dalam waktu lama juga dikhawatirkan berpotensi mengalami kerusakan yang semakin parah apabila tidak segera mendapat penanganan.
"Kami masyarakat berharap Pemerintah Daerah dapat melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan aset tersebut," tegasnya.
Baca juga: Mendikdasmen: Sekolah 3T Terkendala Internet Bisa Ajukan Proposal Fisik Revitalisasi
Lanjutnya mengatakan, baik melalui rehabilitasi maupun pengembangan fungsi baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Rakyat Thumburuni.
"Akibat tidak ada terminal tetap, kini lalulintas semakin semrawut di depan Pasar Rakyat Thumburuni, ojek sudah memarkir kendaraan di depan pasar lalu angkot juga mengambil penumpang di jalanan depan pasar," terangnya.
Sebelumnya, Terminal Pasar Rakyat Thumburuni merupakan spot terminal yang paling ramai di Kabupaten Fakfak dengan berbagai trayek angkot ke berbagai titik di kota itu. (*)