BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Fakta baru terungkap terkait peristiwa penemuan jasad seorang warga di Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, yang menggegerkan warga setempat.
Sebelum dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026) siang kemarin, korban sempat singgah membeli rokok di sebuah warung.
Subagio, kepala desa setempat menuturkan, keterangan tersebut diperoleh dari penjaga warung yang menjadi orang terakhir yang melihat korban sebelum menghilang.
Sebagai informasi, korban yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung merupakan lelaki berusia sekitar 50 tahun yang berprofesi sebagai buruh serabutan.
Disebutkan, korban terlihat agak berbeda dari biasanya. Saat itu korban tampak sedang memikirkan sesuatu dan kurang fokus ketika bertransaksi di warung.
"Korban sempat membeli rokok sebelum pergi. Dari cerita penjaga warung, beliau terlihat seperti banyak pikiran dan tidak fokus," kata Subagio.
Korban, lanjutnya, meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 Wita pada Jumat (29/5/2026). Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali sehingga membuat keluarga mulai khawatir.
Kondisi itu membuat pihak keluarga memutuskan untuk meminta bantuan warga melakukan pencarian. Berbagai lokasi yang biasa didatangi korban kemudian disisir secara bergantian. Warga desa juga turut membantu pencarian.
Baca juga: Jenazah Pria yang Ditemukan di Gunung Timbau Tanah Laut Sudah Dikebumikan, Tinggalkan 3 Orang Anak
Keluarga sempat kebingungan karena tidak ada informasi mengenai tujuan korban setelah meninggalkan rumah.
Di tengah pencarian yang berlangsung hingga larut malam tersebut, warga akhirnya menemukan kendaraan milik korban di sebuah pondok kebun karet miliknya di kawasan Gunung Timbau.
Penemuan tersebut menjadi petunjuk penting yang mempersempit area pencarian.
Warga dan keluarga langsung fokus melakukan pencarian di sekitar lokasi kendaraan ditemukan.
Namun hingga dini hari korban belum ditemukan sehingga pencarian dihentikan.
Lalu pencarian dilanjutkan keesokan paginya (Sabtu) dan akhirnya menemukan korban dalam keadaan tergantung di pohon dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat desa setempat yang selama ini mengenal korban sebagai seorang pekerja keras.
(Banjarmasinpost.co.id/Banyu Langit Roynalendra Nareswara)