China Desak Hubungan Stabil, Usai AS Soroti Penumpukan Militer Beijing dan Dorong Kerja Sama
Tegar Melani May 31, 2026 12:42 PM

- China dilaporkan meminta Amerika Serikat (AS) untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif, strategis, dan stabil setelah pernyataan Kepala Pentagon Pete Hegseth yang menyoroti “alarm” atas penumpukan kekuatan militer Beijing.

Permintaan tersebut disampaikan Mayor Jenderal Meng Xiangqing dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dalam forum di Singapura (IISS Shangri-La Dialogue 2026) pada Sabtu (30/5/2026), sebagai respons atas pernyataan Hegseth di forum yang sama.

Meng menegaskan bahwa stabilitas hubungan China dan Amerika Serikat tidak hanya penting bagi kedua negara, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas kawasan serta perdamaian dunia.

Ia juga mendorong kedua negara untuk bekerja berdasarkan konsensus yang telah dicapai para pemimpin masing-masing pihak serta memperkuat hubungan militer yang sehat, stabil, dan berkelanjutan.

Selain itu, Meng menyoroti meningkatnya risiko konflik nuklir global yang dinilai semakin mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut bahwa kekuatan nuklir utama dunia saat ini berada dalam kondisi tanpa perjanjian, tanpa mekanisme verifikasi, dan tanpa dialog yang memadai.

Kondisi tersebut, menurutnya, telah memperburuk sistem pengendalian senjata, perlucutan senjata, dan rezim non-proliferasi internasional.

Meng juga menyinggung sejumlah kebijakan pertahanan di kawasan, termasuk kerja sama AUKUS yang membuat Australia mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.

Ia turut menyebut Jepang yang disebut tengah mempertimbangkan perubahan kebijakan pertahanan, termasuk prinsip non-nuklir, serta kemungkinan penempatan senjata nuklir oleh sekutu di wilayahnya.

Pernyataan itu muncul setelah Hegseth menyampaikan kekhawatiran atas apa yang disebut sebagai “penumpukan militer bersejarah” China.

Hegseth juga mendorong sekutu Amerika Serikat di kawasan Pasifik untuk mempercepat transformasi pertahanan dan memperkuat kekuatan tempur kolektif.

IISS Shangri-La Dialogue sendiri merupakan forum pertahanan dan keamanan terbesar di Asia yang mempertemukan pejabat negara, pimpinan militer, dan pakar keamanan dunia untuk membahas isu strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Forum tersebut digelar pada 29–31 Mei 2026 di Singapura.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.