Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Kota Bengkulu ditutup sementara menyusul akan dimulainya proyek penataan kawasan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Penutupan tersebut membuat para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar kawasan wisata harus mengosongkan lapak mereka. Tercatat ada sekitar 11 pedagang yang terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.
Selama pekerjaan berlangsung, area proyek akan ditutup secara total.
Suryani menuturkan selama ini Danau Dendam Tak Sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
Pada saat kondisi ramai, jumlah pengunjung yang datang disebut bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi para pedagang untuk memperoleh penghasilan.
Menurutnya, hasil berjualan di kawasan wisata tersebut selama ini membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
"Kalau lagi ramai pengunjung bisa ratusan orang. Dari jualan di sini kami bisa membantu kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak," ujarnya.
Meski harus menghentikan aktivitas berjualan sementara waktu, para pedagang mengaku mendukung upaya pemerintah melakukan penataan kawasan wisata tersebut.
Suryani berharap proyek penataan yang direncanakan berlangsung selama 255 hari dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal.
Ia menilai penataan kawasan dapat membuat Danau Dendam Tak Sudah menjadi lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
Dengan kondisi yang lebih baik, para pedagang berharap jumlah pengunjung yang datang setelah penataan selesai akan semakin meningkat dibandingkan sebelumnya.
"Kami berharap setelah ditata nanti pengunjung semakin ramai. Kalau wisatawan bertambah, tentu akan berdampak baik juga bagi pedagang," tukasnya.