Waisak 2570 BE Jadi Momen Berkumpulnya Ratusan Umat Buddha di Palu
Fadhila Amalia May 31, 2026 04:08 PM

TRIBUNPALU.COM, PALU – Hari Raya Waisak 2570/2026 Buddhist Era (BE) menjadi momentum berkumpulnya ratusan umat Buddha dari berbagai vihara di Kota Palu dan sekitarnya.

Ratusan umat tersebut mengikuti rangkaian ibadah Waisak dipusatkan di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (31/5/2026).

Pantauan TribunPalu.com, perayaan dimulai sejak pukul 08.00 WITA itu dihadiri sekitar 300 hingga 400 umat Buddha.

Baca juga: Puja Bhakti dan Meditasi Detik-Detik Waisak Jadi Puncak Perayaan di Vihara Karuna Dipa

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pelaksanaan ibadah pada hari-hari biasa.

Ketua Pengurus Cabang Magabudhi Kota Palu, Ferdy Logianwy, mengatakan tingginya kehadiran umat tidak terlepas dari makna Hari Raya Waisak sebagai hari suci terbesar bagi umat Buddha.

Menurutnya, Waisak merupakan peringatan Trisuci Waisak yang mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan sempurna, dan Parinirvana atau wafatnya Sang Buddha.

"Hari ini adalah perayaan Hari Trisuci Waisak, yakni peringatan tiga peristiwa Sang Buddha Gautama yang terdiri dari kelahiran Pangeran Siddharta, mencapai penerangan agung, dan wafatnya Parinirvana Sang Buddha," ujar Ferdy.

Baca juga: Sunan Kalijaga Mendadak Mundur Dampingi Erin, Tegaskan Ogah Ikut Campur Urusan Eks Klien

Rangkaian ibadah diawali dengan pembacaan parita suci, meditasi, serta penyampaian pesan Dhamma oleh YM Abhayaseno.

Selanjutnya, umat mengikuti puja-puja untuk altar dan prosesi pradaksina dengan mengelilingi dharmasala sebanyak tiga kali searah jarum jam sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha.

Perayaan Waisak tahun ini mengusung tema nasional "Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih Bagi Negeri."

Ferdy berharap tema tersebut dapat menjadi sarana refleksi bagi umat Buddha untuk terus mengamalkan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui tema perayaan Waisak tahun ini, kami berharap umat dapat merefleksikan diri dan mengingat kembali seluruh ajaran Sang Buddha serta berbagai kebaikan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan kedamaian, keharmonisan, dan kesejahteraan bagi umat Buddha maupun seluruh umat beragama di Indonesia," katanya.

Baca juga: Ketua Magabudhi Palu: Waisak Jadi Momentum Menebar Kedamaian dan Keharmonisan

Selain ibadah pagi, peringatan Waisak juga dilanjutkan pada sore hari dengan puja bhakti dan meditasi detik-detik Waisak yang menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan hari suci umat Buddha tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.