Puja Bhakti dan Meditasi Detik-Detik Waisak Jadi Puncak Perayaan di Vihara Karuna Dipa
Fadhila Amalia May 31, 2026 04:08 PM

TRIBUNPALU.COM, PALU - Puja bhakti dan meditasi detik-detik Waisak menjadi puncak rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570/2026 Buddhist Era (BE) digelar di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (31/5/2026).

Ketua Pengurus Cabang Magabudhi Kota Palu, Ferdy Logianwy, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengenang kembali perjalanan hidup Sang Buddha Gautama menjadi inti peringatan Trisuci Waisak.

"Kami akan memulai kembali pukul 15.00 WITA dengan puja bhakti, kemudian dilanjutkan meditasi detik-detik Waisak pada pukul 16.44.44 WITA untuk mengingat kembali perjalanan Sang Buddha," ujar Ferdy.

Baca juga: Jokowi Berencana Keliling Indonesia Mulai Juni 2026, Pengamat Duga Demi Tiket Pilpres 2029 Gibran

Sebelumnya, ratusan umat Buddha dari berbagai vihara di Kota Palu dan sekitarnya telah mengikuti rangkaian ibadah sejak pagi hari di Vihara Karuna Dipa. Perayaan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dihadiri sekitar 300 hingga 400 umat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan parita suci, meditasi, serta penyampaian pesan Dhamma oleh YM Abhayaseno.

Selanjutnya, umat mengikuti puja-puja untuk altar dan prosesi pradaksina dengan mengelilingi dharmasala sebanyak tiga kali searah jarum jam sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha.

Ferdy menjelaskan, Hari Raya Waisak merupakan peringatan Trisuci Waisak yang mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan sempurna, dan Parinirvana atau wafatnya Sang Buddha.

Tahun ini, perayaan Waisak mengusung tema nasional "Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih Bagi Negeri."

Baca juga: Bukan Dandhy Laksono, Mama Yasinta Laporkan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Menurut Ferdy, tema tersebut menjadi ajakan bagi umat Buddha untuk merefleksikan dan mengamalkan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan kedamaian, keharmonisan, dan kesejahteraan bersama.

Ia juga menuturkan jumlah umat yang hadir dalam perayaan tahun ini lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa karena Waisak merupakan hari raya terbesar bagi Umat Buddha.

Meditasi detik-detik Waisak sendiri menjadi salah satu momen sakral dalam rangkaian perayaan, yang dilakukan sebagai sarana perenungan dan penghormatan atas perjalanan hidup Sang Buddha Gautama. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.