Ketua The Macz Man Kaltara Jagokan Belanda Juara Piala Dunia 2026, Idolakan Virgil van Dijk
Amiruddin May 31, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Euforia menyambut gelaran Piala Dunia 2026 mulai dirasakan para pecinta sepak bola di Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Gelaran Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026.

Piala Dunia digelar di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Canada, dan Mexico.

Jelang Piala Dunia, Ketua The Macz Man Kaltara, Muhammad Yoesril, mengaku telah memiliki tim jagoan yang diyakini mampu melangkah jauh hingga mengangkat trofi juara dunia.

The Macz Man adalah kelompok suporter pendukung klub Super League, PSM Makassar.

Berbeda dengan sebagian besar pecinta sepak bola yang mengidolakan negara-negara seperti Argentina, Portugal maupun Brasil, Yoesril justru tetap setia mendukung Tim Nasional Belanda.

Menurutnya, kecintaan terhadap Belanda sudah tumbuh sejak dirinya masih mengikuti perkembangan sepak bola era 1990-an.

"Kalau dari saya sendiri andalan itu Timnas Belanda. 

Dari dulu memang sudah menjagokan Timnas Belanda, kemudian tahun ini mudah-mudahan dia bisa juara," ujar Yoesril, kepada TribunKaltara.com, Minggu 31 Mei 2026.

Ia menilai skuad Belanda saat ini dihuni banyak pemain berkualitas, yang mampu bersaing dengan negara-negara kuat lainnya.

 

Baca juga: Momen Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Pesanan Sablon Jersey di Tanjung Selor, Ini Alasannya

 

Selain itu, ia juga menyebut terdapat sejumlah pemain muda potensial yang memperkuat De Oranje.

"Ada beberapa pemain-pemain muda. 

Kemudian ada juga beberapa pemain yang bermain di klub-klub besar Eropa," katanya.

Saat ditanya pemain idolanya di tim Belanda, Yoesril langsung menyebut bek Liverpool, Virgil van Dijk.

"Kalau dari Belanda ada pemain jebolan dari Liverpool, Virgil van Dijk. 

Semogalah tahun ini Belanda bisa juara," ucapnya.

Yoesril mengaku pilihan mendukung Belanda bukan karena mengikuti tren pemain bintang dunia saat ini.

Ia mengatakan, sejak era Edwin Van der Sar hingga generasi-generasi sebelumnya, dirinya memang telah menjadi pendukung setia Belanda.

"Beda sih. 

Karena sejak dulu, zaman-zaman Van der Sar, zaman pemain-pemain Belanda dulu, memang sudah menjagokan Belanda. 
Dari tahun 90-an sudah suka Belanda," ungkapnya.

Meski begitu, di lingkungan The Macz Man Kaltara sendiri tidak semua anggota memiliki dukungan yang sama terhadap satu negara peserta Piala Dunia. 

Setiap anggota disebut memiliki tim favorit masing-masing.

"Kalau teman-teman The Macz Man beda-beda. 

Masing-masing punya jagoan dari tim nasional negara yang berbeda," katanya.

Karena itu, suasana nonton bersama atau nobar diprediksi bakal semakin meriah ketika negara-negara favorit para anggota saling bertemu di lapangan.

Menurut Yoesril, momen tersebut biasanya diwarnai candaan hingga saling olok-olok antarsupporter. 

Namun semuanya berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

"Namanya suporter ya seperti itu. 

Kadang ada saling olok-olokan, tapi masih dalam batas bercandaan saja. 

Itu hal yang wajar," ujarnya.

 

Baca juga: 3 Sosok Italia Tatap Debut Piala Dunia 2026 di Tengah Derita Gli Azzurri

Untuk menyambut Piala Dunia 2026, The Macz Man Kaltara juga berencana menggelar kegiatan nonton bareng. 

Meski jadwal pelaksanaannya belum ditentukan, kegiatan tersebut akan menyesuaikan pertandingan yang dianggap menarik oleh para anggota.

"Tergantung nanti situasinya. 

Bisa saat awal turnamen, pertengahan, atau ketika tim-tim yang didukung teman-teman saling bertemu. 

Biasanya di momen-momen seperti itu kami nobar bersama," katanya.

Selama ini, lokasi yang kerap digunakan The Macz Man Kaltara untuk menggelar nobar berada di kawasan Ladang, tepatnya di depan Taman Oval Ladang, Kota Tarakan.

Yoesril menjelaskan, saat ini jumlah anggota The Macz Man yang tergabung dalam wilayah Kaltara mencapai lebih dari 100 orang.

Sementara khusus di Tarakan yang menjadi zona Kaltara, jumlah anggotanya sekitar 150 orang.

"Kalau di Kaltara sendiri sudah terbentuk di tiga daerah, yakni Tarakan, Bulungan dan Nunukan. 

Kalau di Tarakan sekitar 150-an anggota," jelasnya.

Ia menerangkan, The Macz Man merupakan wadah yang menghimpun para pendukung PSM Makassar di berbagai daerah di Indonesia.

Organisasi tersebut dibentuk sebagai sarana kreativitas para suporter agar memiliki ruang berekspresi secara positif.

"Terbentuknya The Macz Man itu supaya suporter punya wadah. 

Jadi tidak hanya identik dengan tawuran atau hal-hal negatif. 

Kita ingin suporter bisa kreatif di stadion dan dalam berbagai kegiatan positif lainnya," katanya.

Menurut Yoesril, saat ini The Macz Man telah memiliki ratusan kelompok suporter yang tersebar di berbagai daerah Indonesia dengan pusat organisasi berada di Makassar.

"Kurang lebih ada sekitar 200-an kelompok suporter The Macz Man di seluruh Indonesia dan pusatnya di Makassar. 
Kalau di Kaltara alhamdulillah pembinanya masih Pak Wali Kota dan Pak Dirut PDAM," ujarnya.

Meski berasal dari komunitas pendukung PSM Makassar, Yoesril menegaskan dukungan terhadap tim nasional peserta Piala Dunia tetap menjadi pilihan pribadi masing-masing anggota.

Karena itu, selama perhelatan Piala Dunia nanti, suasana diskusi hingga perdebatan ringan soal tim favorit dipastikan akan mewarnai kegiatan nobar para anggota The Macz Man Kaltara.

Sementara untuk prediksi juara, Yoesril tetap konsisten menjagokan Belanda.

"Kalau saya tetap Belanda. 

Mudah-mudahan Belanda bisa juara karena dari segi pemainnya lumayan, semuanya berkelas," pungkasnya. 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.