Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serahkan 139 dokumen arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dokumen tentang apa itu?
Sebagai informasi, arsip statis merupakan dokumen yang memiliki nilai guna kesejarahan, tetapi tidak lagi digunakan secara langsung untuk operasional sehari-hari. Lantaran nilai kesejarahan dan sebagai pertanggungjawaban nasional, arsip ini harus dijaga keberadaannya hingga kelestariannya.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa arsip adalah aset yang menjelaskan sebuah proses bagaimana pendidikan Indonesia bertransformasi. Seluruh upaya yang dilakukan akan menjadi catatan sejarah penting di kemudian hari.
Ia menyampaikan bahwa Kemendikdasmen berupaya memanfaatkan teknologi pada proses pengelolaan arsip, khususnya regulasi. Tujuannya agar dokumen lebih mudah diakses dan dimanfaatkan untuk proses penyusunan kebijakan.
"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan, termasuk pengembangan sumber daya manusia kearsipan dan transformasi arsip fisik menuju arsip elektronik," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Rincian Arsip Kemendikdasmen yang Diserahkan ke ANRI
Arsip yang diserahkan Kemendikdasmen ke ANRI berjumlah 139 buah, yang terdiri dari 137 arsip statis produk hukum bidang pendidikan dan 2 arsip statis fungsi kebahasaan.
Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen, Herdiana, membeberkan bahwa seluruh proses penyerahan arsip telah melalui tahapan penilaian, penataan, pendeskripsian, verifikasi, hingga penetapan menjadi arsip statis. Prosesnya dilakukan sesuai kaidah kearsipan yang berlaku.
"Arsip tersebut mencerminkan perjalanan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, kebijakan strategis, program prioritas, serta berbagai aktivitas penting yang memiliki nilai informasi dan nilai sejarah," ujar Herdiana.
Arsip itu kemudian diterima secara langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito. Ia menyebut, Kemendikdasmen konsisten menyerahkan arsip statis sejak 2008,
Sebagai kementerian yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang pendidikan, arsip Kemendikdasmen punya nilai strategis. Bagaimana tidak, setiap dokumennya merekam perjalanan pembangunan pendidikan nasional.
"Arsip-arsip ini tidak hanya menjadi rekaman administrasi, tetapi juga memori kolektif bangsa yang kelak akan menjadi sumber pembelajaran sejarah, riset, dan penguatan kebijakan pendidikan di masa depan," kata Mego.
Pada 2025, Kemendikdasmen memperoleh nilai 98,14 dengan kategori AA atau sangat memuaskan dalam proses pengawasan kearsipan. Pada 2026, Kemendikdasmen menerima Piagam Penghargaan dari Kepala ANRI.
Penghargaan ini diberikan atas peran serta dalam penyelamatan dan pelestarian arsip yang bernilai guna pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.





