Museum Dirgantara A Sulaksono Malang, Wisata Edukasi Gratis yang Simpan Kisah Perjuangan TNI AU
Mujib Anwar May 31, 2026 06:14 PM

 

 

TRIBUNJATIM.COM - Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata alam dan pendidikan, tetapi juga memiliki destinasi wisata sejarah yang berkaitan dengan dunia penerbangan militer Indonesia.

Salah satunya adalah Museum Dirgantara A Sulaksono yang berada di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.

Museum tersebut menjadi salah satu tempat edukasi sejarah kedirgantaraan yang banyak dikunjungi pelajar maupun masyarakat umum.

Selain menyimpan koleksi benda bersejarah milik TNI Angkatan Udara, museum ini juga menghadirkan perjalanan panjang perkembangan Lanud Abdulrachman Saleh.

Museum Dirgantara A Sulaksono berada di kompleks Pangkalan TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh, tepatnya di seberang Stadion Dirgantara. Museum ini berlokasi di Krajan, Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Museum ini dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan pada 8 Mei 2013 oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh saat itu, Marsekal Pertama TNI Gutomo.

Keberadaan museum ini menjadi sarana edukasi sekaligus tempat mengenang sejarah perjuangan TNI AU di Indonesia.

Pendirian museum bermula dari gagasan para perwira Lanud Abdulrachman Saleh karena setiap skadron telah memiliki ruang sejarah sendiri, sedangkan Lanud sebagai induk belum mempunyai museum khusus yang menyatukan seluruh sejarah tersebut.

Mengenang Sosok Albertus Sulaksono

Nama Museum Dirgantara A Sulaksono diambil dari sosok almarhum Marsma TNI Anumerta Albertus Sulaksono.

Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau di lingkungan TNI AU.

Albertus Sulaksono gugur saat menjalankan tugas uji alat digital mapping camera buatan Jerman menggunakan pesawat Cassa A-2106. Pesawat yang ditumpanginya jatuh di Gunung Salak, Bogor, pada 26 Juni 2008.

Dikutip dari regional.kompas.com, semasa bertugas Kolonel Pnb A Sulaksono dikenal memiliki keteladanan tinggi dan berjasa besar bagi Lanud Abdulrachman Saleh.

Karena itu, namanya kemudian diabadikan sebagai nama museum dirgantara tersebut.

Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi sejarah TNI AU, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda agar lebih mengenal dunia penerbangan dan perjuangan bangsa.

Baca juga: Museum Dr Soetomo Surabaya, Menelusuri Jejak Pendiri Boedi Oetomo dan Kebangkitan Lewat Pendidikan

Menyimpan Koleksi Bersejarah TNI AU

Museum Dirgantara A Sulaksono memiliki berbagai koleksi benda dan dokumentasi sejarah milik TNI Angkatan Udara.

Museum ini menampilkan foto pesawat tempur dan pesawat angkut yang pernah mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Beberapa koleksi yang ditampilkan antara lain sejarah pesawat Dakota, Albatros, Mustang, Hercules hingga pesawat taktis OV-10 Bronco.

Selain itu, terdapat pula dokumentasi operasi militer dari berbagai skadron di Lanud Abdulrachman Saleh.

Menurut budaya-indonesia.org, museum ini memiliki delapan ruang pamer yang terdiri dari stand Skadron Udara 21, Skadron Udara 4, Skadron Udara 32, Skadron Teknik, Batalyon Komando Paskhas 464, Polisi Militer AU, Rumah Sakit dr Munir dan Lanud Abdulrachman Saleh.

Di ruang Skadron 32, pengunjung dapat melihat miniatur pesawat Hercules lengkap dengan dokumentasi keterlibatan pesawat tersebut dalam berbagai operasi.

Sementara di ruang Skadron 21 terdapat mesin besar pesawat tempur OV-10 Bronco yang menjadi daya tarik utama museum.

Baca juga: Sejarah Museum Kanker Indonesia di Surabaya, Pusat Edukasi Kanker Pertama di Dunia

Daya Tarik Edukasi Kedirgantaraan

Selain koleksi sejarah, Museum Dirgantara A Sulaksono juga menghadirkan pengalaman edukatif mengenai dunia penerbangan militer.

Pengunjung akan dipandu untuk memahami sejarah berdirinya Lanud Abdulrachman Saleh serta perkembangan armada TNI AU dari masa ke masa.

Salah satu area yang paling menarik perhatian pengunjung adalah stand Rumah Sakit dr Munir yang menampilkan berbagai alat kesehatan penerbangan.

Salah satunya adalah Barrany Chair atau kursi berpusing yang digunakan untuk tes awak penerbangan.

Museum ini juga memamerkan alat tes ketajaman mata dan pendengaran yang digunakan dalam seleksi personel TNI AU.

Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat memahami pentingnya kondisi fisik dan kesehatan bagi seorang penerbang.

Di luar gedung museum terdapat pesawat Cesna yang dimodifikasi dengan karakter Angry Birds serta dua air gun berwarna-warni yang menjadi spot favorit anak-anak dan pelajar saat berkunjung ke museum tersebut.

Baca juga: Mengenal Museum Jalesveva Jayamahe Surabaya, Wisata Sejarah Maritim dengan Teknologi Interaktif

Menjadi Wisata Edukasi Favorit Pelajar

Museum Dirgantara A Sulaksono kini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi favorit di Malang Raya.

Museum ini sering dikunjungi siswa PAUD, TK, sekolah hingga mahasiswa untuk belajar tentang dunia kedirgantaraan.

Pengunjung yang datang biasanya juga diajak melihat area Skadron Teknik atau Skatek 022 untuk menyaksikan langsung berbagai pesawat milik TNI AU seperti Hercules, Casa dan Super Tucano.

Museum ini dibuka setiap hari kerja mulai Senin hingga Jumat pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Menariknya, wisata edukasi di Museum Dirgantara A Sulaksono tidak dipungut biaya alias gratis.

Karena itu, museum ini menjadi tempat belajar sejarah dan dunia penerbangan yang ramah bagi pelajar maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan TNI Angkatan Udara Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.