Laporan Jurnalis Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Jajaran petugas keamanan dari TNi dan Polri masih melakukan evakuasi dan pendataan korban dan kerusakan rumah pasca ledakan dahsyat yang diduga dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kawasan Pesisir Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Minggu (31/5/2026) sore.
Sementara, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Papua.com di lokasi kejadian titik ledakan di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota menyebutkan, dua warga dikabarkan meninggal dunia.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bom Perang Dunia II Meledak di Permukiman Padat Penduduk di Biak
Dua warga yang meninggal dunia tersebut atas nama Mira Ayorbaba dan satu korban lagi anak-anak atas nama Isrel Raubaba.
Kemudian, empat warga lainnya masih dalam pencarian petugas gabungan karena belum ditemukan. Keempat warga itu antara lain, Moris Raubaba (meninggal dunia tapi jasad belum ditemukan/dalam pencarian), Delfin Raubaba (dalam pencarian), Yulianus Raubaba (dalam pencarian), dan Anes Marandof (belum ditemukan).
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., yang ditemui Tribun-Papua.com di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih melakukan identifikasi mengingat petugas juga menemukan adanya korban dalam insiden tersebut.
Namun hingga kini, jumlah korban maupun identitasnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh tim yang berwenang.
Sementara itu, korban yang ditemukan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
Baca juga: Kapolres Biak Turun Langsung Selidiki Ledakan Dasyat di Kelurahan Fandoi
Untuk kepentingan penyelidikan, Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama unit teknis lainnya melakukan Treatment Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dengan mengumpulkan berbagai bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab ledakan.
Pada kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber maupun pemicu ledakan karena proses investigasi masih berlangsung.
“Kami sudah melakukan sterlisasi TKP dan identifikasi bersama dengan seluruh aparat. Ada beberapa rumah yang kondisinya rusak dan kami juga mengidentifikasi beberapa korban. Tentunya kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya, nanti akan kami laporkan lebih lengkap setelah hasil laboratorium dan penyelidikan keluar,” paparnya.
Baca juga: Bom Meledak Tiba-tiba di Biak Kota, Rumah Hancur hingga Korban Jiwa Berjatuhan
Guna menjamin keselamatan masyarakat, lanjut Kapolres, aparat melakukan sterilisasi area dan memasang pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Warga juga diimbau untuk tidak mendekati TKP hingga proses penyelidikan selesai dilakukan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat sekitar wilayah ataupun area tersebut agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami masih melakukan proses TPTKP dan sterilisasi setelah pengamanan TKP,” imbuhnya
Kapolres juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara resmi kepada publik.
Baca juga: Merusak Ekosistem Laut, Nelayan Diingatkan Jangan Pakai Bom Ikan
“Kami mendapat laporan dan juga mendengar adanya suara ledakan, sehingga kami langsung menuju ke TKP. Setibanya di lokasi, kami mengonfirmasi bahwa memang telah terjadi sebuah ledakan,” ujar Kapolres.
Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan menyebabkan kerusakan material pada beberapa rumah warga yang berada di sekitar titik kejadian. (*)