Kronologi Kakak Adik Terseret Ombak di Jember, Istri Korban Sempat Ingin Ikut Lompat
Luky Setiyawan May 31, 2026 06:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Kronologi kakak adik terseret ombak di Jember. Istri korban sempat ingin ikut lompat ke laut.

Keduanya adalah Barokatul Hidayat (28), dan sang adik Rifki (22). 

Keduanya terseret ombak saat sedang mandi di pantai, di sisi utara Bukit Seruni Domba sekitar Pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Nahasnya Nasib Kakak Adik di Jember, Terseret Ombak saat Baru 10 Hari Pulang Kampung

Penuturan Saksi

Sementara itu, Muhammad Juanda, penjaga penitipan kendaraan di dekat lokasi tenggelam, harus memegangi Musrihatul Hasanah, istri dari Barokatul Hidayat, ketika peristiwa itu terjadi.

"Dia mau lompat ke laut, saya harus memegangi tubuhnya agak nggak loncat," ujar Juanda kepada Surya.co.id (Tribun Jatim Network), Minggu (31/5/2026). 

Juanda mengaku tidak mengetahui pasti peristiwa terseretnya dua wisatawan itu. 

Juanda yang juga menjadi relawan pantai setempat bergegas ke lokasi. 

"Tubuh dua wisatawan sudah tidak kelihatan, namun ada istrinya di atas karang. Saya dan beberapa orang memegangi dia agak tidak njebur ke laut," ujarnya.

Menurutnya, penjual sekitar pantai yang juga menjadi relawan telah mengingatkan wisatawan yang bermain di pantai, Sabtu (30/5/2026) siang kemarin. 

Salah satu pedagang membunyikan peluit dan meminta wisatawan minggir. 

"Infonya, mereka minggir."

"Namun Mas Her, penjual cilok yang awalnya mengingatkan wisatawan pergi untuk makan siang." 

"Mungkin main air lagi, dan terseret ombak itu."

"Kemarin memang ombaknya agak rusak kalau bahasanya orang sini," lanjut Juanda.

Istilah ombak rusak itu merujuk pada arus ombak yang keras dan berbahaya. 

Kronologi dari Istri

Sementara itu, Musrihatul mengungkap kronologi terseretnya suami dan adik.

Mulanya, pada Sabtu (30/5/2026), Barok mengajak sang istri untuk berlibur ke pantai. 

"Mas Barok maksa ngajak ke pantai. Saya sudah melarang, saya bilang 'bahaya main di pantai', tetapi tetap ngajak," ujar Musrihatul. 

Dia pun menuruti keinginan sang suami. Barok berboncengan dengan istri dan anaknya yang masih usia 6 tahun. 

Dia pun mengajak sang ayah, Imam Syafii dan adiknya Rifki. 

Keduanya berangkat sekitar pukul 10.30 WIB, setelah sang anak pulang sekolah TK. 

Ketika di pantai, satu keluarga itu main air dan mandi di laut. 

"Awalnya Rifki yang keseret ombak adiknya, Rifki. Suami saya meluk dia (berusaha menolong)," imbuh Musrihatul. 

Rupanya arus yang keras menyeret kakak beradik tersebut. 

Peristiwa yang terjadi di depan mata Musrihatul itu membuatnya syok. 

"Terjadi di depan mata saya. Karenanya saya juga mau ikut njebur ke pantai, saya mau nolong suami," ujarnya sambil tergugu.

Ditemui di rumah sederhana sang bulik, Musrihatul masih kerap menangis dan kondisinya lemas. 

Setiap menemui tamu, dia tak kuasa menahan air mata. 

Hingga Minggu (31/5/2026), pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

(Sri Wahyunik/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.