Chelsea dengan bercanda mengklaim bahwa mereka “layak mendapat kartu merah lagi” setelah secara kejam menyindir Arsenal menyusul kekalahan The Gunners di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. The Blues tidak membuang waktu untuk mengingatkan rival sekota mereka tentang siapa yang lebih berkuasa di kancah Eropa sesaat setelah tim asuhan Mikel Arteta gagal di laga pamungkas di Budapest.
Blues menambah luka setelah kekalahan lewat adu penalti
Chelsea bergerak cepat untuk menambah kepedihan Arsenal pada Sabtu malam ketika tim media sosial mereka menyoroti kegagalan The Gunners meraih gelar Liga Champions pertama mereka. Setelah bermain imbang 1-1 di Puskas Arena, kegagalan eksekusi penalti dari Gabriel menjadi penentu dalam adu tos-tosan, memberikan trofi kepada raksasa Prancis tersebut.
Saat para pemain Arsenal masih terpukul oleh kekalahan itu, akun resmi Chelsea mengunggah promosi tur stadion mereka dengan slogan tajam “Datang dan kunjungi Rumah Trofi London.” Unggahan itu menampilkan trofi Liga Champions secara mencolok, menjadi pengingat dingin bahwa The Blues masih menjadi satu-satunya klub di ibu kota Inggris yang pernah menjuarai kompetisi tersebut, yakni pada tahun 2012 dan 2021.
Tim media sosial Stamford Bridge memberikan klarifikasi bernada humor
Beberapa jam setelah unggahan sindiran itu, tim media sosial Chelsea mengambil pendekatan yang lebih santai untuk menanggapi kontroversi tersebut. Mengacu pada masalah disiplin mereka selama musim 2025-26, klub menulis: “Kami mungkin memang layak mendapat kartu merah lagi untuk unggahan terakhir itu! Tapi yang sebenarnya, selamat kepada Arsenal atas kemenangan di Liga Premier dan perjalanan luar biasa di Liga Champions. Kami menantikan pertarungan lagi musim depan.” Komentar tentang “kartu merah lagi” itu merupakan sindiran terhadap catatan buruk Chelsea di lapangan musim tersebut, saat mereka mencatatkan delapan kartu merah di Liga Premier.
Rival Liga Premier ikut bergabung dalam ejekan UCL
Chelsea bukan satu-satunya yang menikmati kesedihan Arsenal di Eropa. Crystal Palace, yang baru saja merayakan keberhasilan mereka menjuarai Liga Konferensi Eropa, juga ikut menyindir The Gunners dengan memposting foto perayaan trofi mereka disertai keterangan “Juara Eropa.” Nottingham Forest pun tak mau ketinggalan. Meski hanya finis lima poin di atas zona degradasi, Forest tetap melancarkan ejekan dengan mengunggah gambar legenda klub John Robertson yang mengangkat trofi Piala Eropa pertama dari dua gelar beruntun mereka.
Semua itu menjadi bukti tambahan bahwa, meski Arsenal mendominasi di kompetisi domestik, absennya gelar Eropa masih menjadi sasaran utama ejekan dari para rival.
Arteta dan Rice berusaha bangkit setelah kekalahan
Di luar hiruk-pikuk media sosial, Mikel Arteta mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara kekalahan tersebut terjadi. “Sangat sulit diterima ketika kamu tampil konsisten sepanjang kompetisi hingga ke final dan kalah lewat adu penalti. Ini benar-benar menyakitkan,” ujar Arteta. Gelandang Declan Rice juga menyuarakan hal serupa setelah musim mereka berakhir dengan kekalahan pahit. “Rasanya hancur. Sangat menyakitkan kalah di final Liga Champions lewat adu penalti,” kata Rice.
Meski terpukul, semua tanda menunjukkan bahwa Arsenal akan tetap menjadi kandidat kuat di musim mendatang, meskipun mereka harus menahan ejekan dari Chelsea yang finis di peringkat ke-10 sementara hierarki sepak bola London masih belum berubah.