Perayaan Setelah Kemenangan Liga Champions PSG Berujung Lebih dari 400 Penangkapan dan Cedera Polisi di Paris
Dewi Rahayu May 31, 2026 11:06 PM

Kemenangan bersejarah Paris Saint-Germain (PSG) atas Arsenal di final Liga Champions berubah menjadi malam penuh kekacauan ketika perayaan besar di ibu kota Prancis keluar dari kendali. Malam yang seharusnya menjadi momen kejayaan sepak bola justru memicu operasi keamanan besar-besaran, meninggalkan kota Paris untuk menghadapi dampak dari kerusuhan luas.

Penangkapan massal terjadi ketika euforia perayaan berubah menjadi kekacauan. Setelah PSG memastikan gelar Liga Champions kedua secara beruntun, jalan-jalan di berbagai wilayah Prancis berubah menjadi medan bentrokan. Kementerian Dalam Negeri Prancis mengonfirmasi 416 orang ditangkap pada dini hari Minggu, dengan 280 di antaranya ditahan di wilayah Paris, menurut laporan BBC. Meski kemenangan atas Arsenal menjadi momen legendaris di lapangan, situasi di luar stadion jauh lebih memprihatinkan.

Ribuan petugas polisi dikerahkan di seluruh ibu kota untuk mengendalikan massa, namun mereka menghadapi perlawanan hebat. Kerusuhan pecah di beberapa distrik dan mengganggu layanan penting seperti bus, kereta, dan metro. Kementerian melaporkan bahwa kembang api dan suar digunakan untuk menyerang aparat keamanan, sementara rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sepeda listrik terbakar dan etalase toko dirusak oleh vandalisme.

Beberapa anggota kepolisian mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez secara terbuka mengecam perilaku para perusuh, mengungkapkan bahwa tujuh petugas terluka sepanjang malam. Ia menyebut kerusuhan itu sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima,” setelah polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok pendukung yang berkumpul di pusat kota.

Kekerasan tidak hanya terjadi setelah pertandingan. Bentrokan sudah dimulai lebih awal di Parc des Princes, tempat para penggemar berkumpul untuk menonton final melalui layar raksasa. Berdasarkan laporan resmi kepolisian, kerusakan meliputi enam kendaraan, dua tempat usaha, dan satu halte bus, menggambarkan tingkat kehancuran yang terjadi malam itu.

Insiden berulang ini memicu perdebatan politik di Prancis. Kemenangan tahun ini mengikuti keberhasilan pada 2025 yang juga diwarnai kekerasan hingga menimbulkan korban jiwa. Pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen, menyampaikan kekesalannya di platform X, dengan mengatakan: “Hanya di Prancis, kemenangan sebuah klub sepak bola dapat memicu kerusuhan. Hanya di Prancis, orang-orang merasa perlu mengurung diri di rumah pada malam kemenangan untuk menghindari kekerasan.”

Meski malam sebelumnya diwarnai kerusuhan, parade kemenangan resmi PSG tetap dijadwalkan berlangsung pada Minggu sore. Skuad PSG akan melakukan tur di area Champ-de-Mars yang terletak di dekat Menara Eiffel, sebelum diterima oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pengamanan akan diperketat secara maksimal demi mencegah terulangnya insiden gas air mata dan kebakaran seperti malam sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.