Persahabatan Panjang Ryamizard Ryacudu dengan Prabowo Subianto di Militer, Pernah Diplonco Bareng
Feryanto Hadi May 31, 2026 11:33 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dari masa-masa diplonco hingga jungkir balik saat menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Presiden RI Prabowo Subianto telah menempuh perjalanan panjang bersama sebagai prajurit.

Persahabatan dan ikatan keduanya terjalin sejak masa muda ketika sama-sama ditempa dalam kerasnya pendidikan militer.

Puluhan tahun kemudian, keduanya kembali dipertemukan dalam lingkaran kepemimpinan nasional, termasuk saat Ryamizard menyerahkan jabatan Menteri Pertahanan kepada Prabowo Subianto pada 2019.

Kini, salah satu sosok yang pernah berjuang bersama Prabowo sejak masa taruna itu telah berpulang.

Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026).

Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga besar TNI dan dunia pertahanan Indonesia.

Ryamizard mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pukul 14.03 WIB.

Ia wafat pada usia 76 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian Ryamizard menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya keluarga besar Tentara Nasional Indonesia.

Semasa hidupnya, Ryamizard dikenal sebagai jenderal lapangan yang tegas, nasionalis, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Wafat di Usia 76 Tahun, Jenderal Ryamizard Ryacudu Pernah Dapat Penghormatan Tertinggi di Pentagon

"Dari awal masuk Akabri, diplonco sampai jungkir balik, saya dan Prabowo bersama-sama," kenang Ryamizard saat serah terima jabatan Menteri Pertahanan pada Oktober 2019.

Pernyataan itu menggambarkan eratnya hubungan keduanya yang telah terjalin sejak puluhan tahun lalu.

Bagi Ryamizard, perjalanan sebagai prajurit bukan sekadar karier, melainkan pengabdian seumur hidup kepada bangsa dan negara.

Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer tahun 1974 dari kecabangan Infanteri.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 12 April 1950, Ryamizard tumbuh menjadi salah satu perwira paling berpengaruh di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Pengalamannya banyak ditempa di medan operasi, termasuk dalam penugasan menumpas sisa-sisa gerakan Paraku/PGRS di Kalimantan Utara.

Karakter kepemimpinannya yang tegas membuat kariernya melesat hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis.

Mulai dari Pangdam V/Brawijaya, Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga puncaknya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005.

Sebagai KSAD, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menjaga persatuan bangsa dan keutuhan NKRI.

Setelah memasuki masa purnatugas, pengabdiannya tidak berhenti.

Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan pada 2014.

Selama lima tahun memimpin Kementerian Pertahanan, Ryamizard aktif memperkuat sistem pertahanan negara dan menggelorakan program Bela Negara.

Program tersebut menjadi salah satu warisan kebijakan yang paling melekat dengan namanya.

Saat menyerahkan jabatan Menhan kepada Prabowo Subianto pada 2019, Ryamizard juga menyampaikan pesan yang hingga kini masih dikenang.

"Kalau orang banyak yang mewakafkan tanah atau masjid, saya wakafkan nyawa saya untuk negara ini," ujarnya.

Kalimat itu menjadi simbol totalitas pengabdiannya kepada Indonesia.

Penghormatan Langka di Pentagon: Disambut 21 Dentuman Meriam

Salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan Ryamizard terjadi saat ia menjabat Menteri Pertahanan.

Pada 29 Agustus 2018, Ryamizard melakukan kunjungan resmi ke Pentagon di Washington DC, Amerika Serikat.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena ia mendapatkan penghormatan militer yang sangat istimewa.

Setibanya di markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat itu, Ryamizard disambut dengan upacara militer resmi.

Yang menarik, penyambutan tersebut disertai 21 dentuman meriam.

Tradisi 21 gun salute merupakan bentuk penghormatan tertinggi dalam tradisi militer internasional.

Penghormatan tersebut umumnya diberikan kepada kepala negara atau tamu negara yang sangat dihormati.

Karena itu, penyambutan terhadap Ryamizard dipandang sebagai bentuk penghargaan tinggi Amerika Serikat terhadap Indonesia.

Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pertahanan Indonesia.

Sahabat Dekat James Mattis

Dalam kunjungan itu, Ryamizard melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat saat itu, James Mattis.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nuansa persahabatan.

Ryamizard secara terbuka menyebut Mattis sebagai salah satu sahabat terdekatnya di antara para menteri pertahanan dunia.

Menurutnya, hubungan mereka tidak hanya terjalin secara diplomatik, tetapi juga secara personal.

Keduanya memiliki kesamaan latar belakang sebagai prajurit yang pernah merasakan pengalaman tempur di lapangan.

Ryamizard bahkan mengungkapkan bahwa dirinya dan Mattis rutin berkomunikasi melalui surat.

Kedekatan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mempererat kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat.

Warisan Seorang Prajurit

Kepergian Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak panjang dalam sejarah militer Indonesia.

Ia dikenal sebagai jenderal lapangan, pemimpin yang tegas, sekaligus nasionalis yang tak pernah berhenti mengabdi.

Dari medan operasi, kursi KSAD, hingga jabatan Menteri Pertahanan, seluruh perjalanan hidupnya didedikasikan untuk NKRI.

Kini, sang jenderal telah berpulang.

Namun semangat pengabdian, keberanian, dan kecintaannya kepada Indonesia akan terus dikenang oleh generasi penerus bangsa.

Selamat jalan, Jenderal Ryamizard Ryacudu. Pengabdianmu menjadi bagian penting dalam sejarah pertahanan Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.