Api Unggun dan Bunyi-bunyian, Berhasil Halau 11 Gajah Liar Dekati Kebun dan Permukiman di Pekanbaru
Sesri June 01, 2026 11:29 AM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kemunculan kawanan gajah liar di dekat kebun dan permukiman warga Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, direspons cepat oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 

Dengan memanfaatkan bunyi-bunyian dan api unggun, petugas berhasil menggiring 11 ekor gajah menjauh.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait keberadaan gajah liar di sekitar areal perkebunan dan permukiman warga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Mitigasi Konflik Satwa BBKSDA Riau langsung turun ke lapangan melakukan pengecekan dan penanganan.

"Hasil identifikasi bersama aparat setempat dan masyarakat menemukan kerusakan lahan budidaya semangka seluas sekitar 1,5 hektare milik warga bernama Pak Untung yang diduga akibat aktivitas gajah liar beberapa malam sebelumnya," ujar Supartono, Senin (1/6/2026).

Selain menemukan jejak kerusakan kebun, tim juga mendapati satu kelompok gajah liar berjumlah sekitar 11 ekor berada di area kebun durian dan semak belukar. 

Baca juga: Dari Hutan untuk Masa Depan: Wisata Edukasi Gajah Sumatera di Tesso Nilo Riau

Baca juga: Terungkap, Begini Alur Penjualan Gading Gajah Sumatera dari Pelalawan hingga Jawa

Lokasi kawanan gajah tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim.

Untuk mencegah gajah masuk lebih jauh ke areal perkebunan dan permukiman, petugas melakukan penggiringan menggunakan bunyi-bunyian yang menimbulkan suara keras.

Tim juga membuat blokade pada jalur lintasan gajah dengan menyalakan api unggun di sejumlah titik yang diduga menjadi akses keluar masuk satwa tersebut.

Metode sederhana itu terbukti efektif. Kawanan gajah berhasil diarahkan kembali menuju kawasan pinggiran Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim.

Meski demikian, Supartono menegaskan situasi belum sepenuhnya aman. 

Kawanan gajah memang telah menjauh dari areal perkebunan warga, namun posisinya masih berada relatif dekat dengan permukiman sehingga pengawasan terus dilakukan.

"Saat ini kawanan gajah sudah bergerak menjauh, tetapi tetap dalam pemantauan petugas karena lokasinya masih berada tidak terlalu jauh dari kawasan permukiman masyarakat," katanya.

BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada malam hari karena gajah merupakan satwa yang lebih aktif pada waktu tersebut.

Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan anarkis atau mencoba mengusir gajah secara mandiri yang berpotensi membahayakan keselamatan. 

Sebagai satwa yang dilindungi, penanganan gajah liar harus dilakukan dengan pendekatan yang aman dan terukur.

BBKSDA Riau memastikan pemantauan dan langkah mitigasi lanjutan akan terus dilakukan bersama aparat serta masyarakat setempat guna mencegah konflik manusia dan satwa liar kembali terjadi.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.