TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat Mamuju Tengah merefleksikan nilai-nilai dasar kebangsaan.
Wakil Ketua DPRD Mamuju Tengah, Hamka, usai upacara peringatan, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol.
Melainkan petunjuk dan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam hidup berdampingan di tengah keberagaman.
Baca juga: Bom Diduga Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Biak Papua, Dua Orang Tewas
Baca juga: Antrean Truk Sepanjang 3 Km di SPBU Lantora Polman Imbas Kelangkaan Solar
"Pancasila adalah fondasi yang menyatukan kita. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak," ujar Hamka ditemui menggunakan stelan jas resmi di halaman Kantor Bupati, Jl Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Senin (1/6/2026).
Menurut Hamka, relevansi Pancasila di era modern justru semakin kuat.
Nilai-nilai luhur terkandung di dalamnya mampu menjaga kebersamaan, kerukunan, dan kemajemukan masyarakat.
Ia mengingatkan agar seluruh warga Mamuju Tengah menghindari segala bentuk gesekan sosial dan senantiasa saling menghargai sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
"Tidak boleh ada permusuhan. Kita wajib menjaga persatuan dan kebersamaan agar Mamuju Tengah tetap aman, damai, dan terkendali," tegasnya.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, yang beralamat di Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.
Rangkaian kegiatan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, pelajar, serta tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama.
Inspektur upacara dalam peringatan tersebut adalah Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary. (*)
Laporan Wartawan Tribunsulbar, Sandi Anugrah