Restoran Sederhana yang punya ratusan cabang di Indonesia kini melebarkan sayapnya ke luar negeri. Cabang pertamanya di Singapura sudah resmi beroperasi pada Jumat, 29 Mei 2026.
Penggemar masakan Padang di Tanah Air pastinya sudah tidak asing dengan Restoran Sederhana. Punya ratusan cabang, bisnis kuliner ini didirikan oleh H. Bustaman pada 1972.
Kini tak hanya warga lokal saja yang bisa menikmati aneka menu sedap buatan Restoran Sederhana, tapi juga warga Singapura. Restoran ini sekarang di area Kampong Gelam, menempati bekas bangunan ikonik warung nasi Padang tertua di Singapura.
5 fakta menarik cabang pertama Restoran Sederhana di Singapura
1. Restoran Sederhana resmi buka pada 29 Mei 2026
Restoran Sederhana resmi buka di Singapura pada Jumat, (29/5/2026). Lokasi tepatnya di 738 North Bridge Road.
Pada hari pertama pembukaan, Restoran Sederhana bagi-bagi 100 porsi nasi bungkus. Pembagian makanan tersebut dilakukan siang hari setelah salat Jumat waktu setempat. Lokasinya memang tak jauh dari Masjid Sultan.
2. Ekspansi digarap penerus sendiri
Kehadiran Restoran Sederhana di Singapura merupakan ekspansi internasional yang dijalankan melalui kerjasama antara PT Global Minang Ventura (GMV) dengan Nova Dana Eka dan Ferrel Fadhil selaku cucu pendiri Sederhana Group, H. Bustaman.
Muhammad Badarudin atau akrab disapa Badar, direktur/co-founder PT Global Minang Ventura, menjelaskan alasan dipilihnya Singapura sebagai langkah ekspansi baru ini. Salah satunya karena lokasi geografis antardua negara yang berdekatan, serta banyaknya komunitas diaspora Indonesia di negeri Singa.
3. Tempati bangunan bekas warung nasi Padang tertua di Singapura
Restoran Sederhana di Singapura tempati bangunan bekas warung nasi Padang tertua. Foto: Instagram sederhanasg.
|
Restoran ini menempati bangunan bekas Warong Nasi Pariaman, warung nasi Padang tertua di Singapura yang berdiri sejak 1948. Namun diduga karena tantangan biaya operasional, pengelola warung makan memilih menutup bisnisnya pada 31 Januari 2026.
Restoran Sederhana kemudian mengambilalih bangunan ini. Harapannya lokasi unik ini bisa menjadi peluang memasarkan nasi Padang khas Indonesia lebih luas.
"Lokasi yang saat ini kami tempati merupakan kawasan cagar budaya yang juga salah satu tujuan destinasi wisatawan yang datang ke Singapura. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memperkenalkan cita rasa nasi Padang otentik, sekaligus memperkenalkan brand Sederhana kepada warga lokal Singapura dan wisatawan mancanegara," ujar Badar saat dihubungi oleh tim detikFood (30/5/2026).
4. Hadirkan cita rasa autentik
Badar menjamin menu di Restoran Sederhana Singapura bercita rasa autentik. Ia bahkan memboyong Uda Buyung, sosok yang selama ini melatih juru masak di Restoran Sederhana Indonesia, untuk mengajari juru masak di negeri Singa.
"Menu inti seperti rendang, ayam pop, gulai dan lauk khas Padang lainnya tetap sama seperti yang disajikan di Indonesia. Mungkin ada beberapa penyesuaian kecil terkait regulasi bahan pangan setempat seperti protein yaitu daging, ayam, dan seafood, namun kami memastikan karakter dan cita rasa otentiknya tidak berubah," kata Badar.
Banyak bumbu juga masih didatangkan dari Indonesia. Bang Badar menjelaskan, "Kami berupaya semaksimal mungkin mempertahankan sumber bahan yang sama dengan di Indonesia, terutama untuk bumbu-bumbu khas yang menjadi kunci citarasa kami."
5. Menu ludes pada hari pertama buka
Harga menu di Restoran Sederhana Singapura dibanderol mulai dari 10 Dollar Singapura. Foto: Instagram sederhanasg/Threads bangbadar_
|
Pada hari kedua pembukaan (30/5), antrean Restoran Sederhana di Singapura sudah mengular sejak pagi. Tak heran kalau pukul 14.00, semua menu sudah ludes terjual.
Menyoal harga menu, Restoran Sederhana menyesuaikan dengan kondisi pasar Singapura tanpa mengorbankan kualitas. Harga per porsi dibanderol sekitar 10-20 Dollar Singapura atau setara dengan Rp140 ribuan - Rp280 ribuan, tergantung pilihan lauk dan paket yang dipilih pelanggan.







