SRIPOKU.COM - Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah kini membuat hubungan keduanya memanas.
Sarwendah berniat membongkar alasan cerai yang sebenarnya.
Ini terjadi jika Ruben Onsu masih mengungkit permasalahan pasca perceraian.
Menurut Kuasa Hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, bisa saja sang klien membongkar penyebab perceraian dengan Ruben Onsu.
Mengingat, Sarwendah yang selama ini diam meskipun merasa Ruben Onsu mempermasalahkan hal yang sebenarnya sudah mereka sepakati.
Bagi Chris Sam Siwu, Sarwendah bakal mengungkap banyak hal termasuk alasan perceraian.
“Jangan sampai, ya Wendah selama ini diam, ya Wendah selama ini seakan-akan terlihat tidak punya kekuatan, tapi kalau terus ditekan seperti itu, dia akan bicara. Bicara apa? Banyak hal, ya. Bahkan alasan sebenarnya dari perceraian pun dia belum sampaikan, ya,” ujar Chris Sam Siwu ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (30/5/2026).
Chris Sam Siwu mengatakan Sarwendah akan berbicara di waktu yang tepat.
Baca juga: Pernikahan Adhisty Zara hingga Pamer Hamil Besar Disorot, Sang Ibu Curhat Pilu, Singgung Memaafkan
Sebagai Kuasa Hukum, Chris Sam Siwu berpikir bahwa itu alasan terbesar Sarwendah dan Ruben Onsu bercerai.
“Itu biar menjadi bagian dari hidup Wendah yang akan disampaikan pada saat yang tepat, ya. Yang saya yakin itu menjadi alasan utama perceraian, ya. Dan sekali lagi kami jaga semua itu dengan baik, ya,” ujarnya.
Chris Sam Siwu juga mengungkapkan alasan pihak Sarwendah tak hadir dalam persidangan cerai dengan Ruben Onsu.
Hal itu untuk menjaga masalah rumah tangga mereka tak terbeberkan.
“Secara sudah kesepakatan, kami baik-baik, kami juga dalam proses persidangan tidak hadir. Bayangkan kalau kami tanggapi dalam proses persidangan, kita akan jawab-menjawab, kita akan saling membuktikan fakta sebenarnya, tapi tidak kami lakukan,” lanjutnya
Sarwendah selama ini tetap menutup rapat alasan perceraian lantaran menjaga psikologis buah hatinya. Selain itu, Sarwendah juga menjaga imej Ruben Onsu di hadapan publik.
“Wenda menjaga psikologis anak. Wenda menjaga kepentingan RO di mata publik, karena publik RO ini publik figur, punya kontrak yang luar biasa, itu dijaga sama Wenda, jangan sampai hancur,” terangnya.
“Dia tidak mau ribut. Tetapi kalau ditekan terus seperti ini, saya yakin klien kami pasti akan speak up pada akhirnya,” tutupnya.
Tak Diberi Nafkah Lagi
Memanasnya polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perceraian yang menjadi pemicu.
Kali ini, terungkap soal pelaksanaan kewajiban nafkah dari Ruben Onsu untuk anak-anaknya.
Beberapa waktu lalu, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menggelar konferensi pers terkait hubungannya dengan mantan istrinya, Sarwendah.
Dalam kesempatan tersebut, Ruben mengaku merasa dipersulit untuk bertemu anak-anaknya.
Ia juga sempat menyinggung kedekatan anak-anak dengan Giorgio Antonio yang kini dikabarkan dekat dengan Sarwendah.
Tak hanya itu, Ruben juga merasa dirinya terus dituntut untuk melaksanakan kewajiban memberi nafkah, bahkan disebut melebihi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari tim kuasa hukum Sarwendah.
Chris Sam Siwu dan Abraham Simon memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan kewajiban biaya pemeliharaan anak pascaperceraian.
Chris Sam Siwu mengatakan fakta yang ada berbeda dengan yang dikatakan oleh pihak Ruben.
Menurutnya, sejak akhir tahun 2025 hingga saat ini, sebagian besar kebutuhan anak-anak justru dipenuhi oleh Sarwendah.
"Fakta yang terjadi, walaupun sudah disepakati, pada faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak, biaya sekolah, les-les, atau bimbingan belajar," ujar Chris, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Minggu (31/5/2026).
Lebih lanjut, Chris menyebut biaya kesehatan anak-anak juga selama ini ditanggung oleh Sarwendah.
"Dan kalau ada anak-anak yang sakit ke dokter, itu bahkan klien kami yang menanggung saat ini, sejak dari akhir tahun 2025 sampai saat ini," bebernya.
Menurut Chris, seluruh kewajiban masing-masing pihak sebenarnya telah diatur secara jelas dalam akta kesepakatan yang dibuat setelah perceraian.
Bahkan, pembagian tanggung jawab tersebut telah dibahas melalui komunikasi kedua belah pihak sebelum perjanjian ditandatangani.
"Jadi bisa dilihat di akta kesepakatan sudah diatur dan bahkan sudah diatur juga melalui komunikasinya sebelum akta kesepakatan ditandatangani," ujarnya.
Meski demikian, Chris menegaskan bahwa dalam praktiknya, hingga saat ini banyak kebutuhan anak yang masih dipenuhi oleh kliennya.
"Tapi pada pelaksanaannya sampai saat ini yang melakukan adalah klien kami atau Sarwendah," lanjutnya.
Ia juga mengisyaratkan bahwa masih ada sejumlah fakta lain yang belum diungkap kepada publik.
"Itu, baru sebagian ya, rekan-rekan media," bebernya.
Senada dengan Chris, kuasa hukum Sarwendah lainnya, Abraham Simon, mengatakan kewajiban nafkah atau biaya pemeliharaan anak dari Ruben telah diatur secara tertulis dalam perjanjian perceraian yang disepakati kedua belah pihak.
Menurut Abraham, dokumen tersebut dibuat secara bersama dan telah ditandatangani oleh Ruben maupun Sarwendah.
Abraham kemudian mengungkap kapan terakhir kali pembayaran dari Ruben diterima sesuai data yang dimiliki pihaknya.
"Terakhir diberikan itu akhir tahun 2025 oleh RO. Ini semua ada buktinya," ungkap Abraham Simon.
Abraham juga menanggapi anggapan yang mengaitkan pemenuhan kewajiban nafkah dengan akses pertemuan ayah dan anak.
Menurutnya, selama ini biaya kebutuhan anak tetap berjalan dan dipenuhi oleh Sarwendah.
"Ya masa diberikan setelah ketemu anak. Sementara selama ini, biaya anak ini dipenuhi sama klien kami, Sarwendah," tegasnya.
Sengaja Setop Nafkah
Pihak Ruben Onsu mengakui nafkah untuk Sarwendah memang dihentikan selama enam bulan terakhir. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut hal itu dilakukan sebagai bentuk protes karena Ruben merasa kesulitan bertemu anak-anaknya.
Menurut Minola, Ruben selama ini tetap menjalankan kewajibannya meski sudah bercerai. Namun, ia merasa haknya sebagai ayah tidak didapatkan.
"Ruben berpikir, 'Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, hakku aku enggak dapat.' Oh dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya, 'Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku'," kata Minola di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026).
Minola mengatakan penghentian nafkah itu baru dilakukan sejak Desember 2205 lalu. Ia pun menilai publik melupakan fakta bahwa Ruben telah lama membiayai kebutuhan anak-anaknya.
"Dan itu baru dilaksanakan, dimulai dari Desember. Ya, sampai hari ini baru 6 bulan udah teriak," lanjut Minola.
Selain kebutuhan anak, Ruben disebut masih menanggung berbagai biaya lain, termasuk asuransi Sarwendah. Bahkan, Ruben juga membayar uang sampah di rumah Sarwendah.
"Lupa, kantong plastik sampah juga dibiayai. Ada perinciannya. Lupa asuransinya, meskipun sudah tidak lagi jadi istri tetap dibayarin asuransinya," jelas Minola.
Minola pun merasa heran mengapa tanggung jawab finansial kliennya selama ini seolah tidak dihargai, padahal nominal yang Ruben berikan tergolong sangat besar untuk ukuran mantan istri yaitu sekitar Rp200 juta
"Sekarang saya tanya yang masih menikah aja, ada enggak suami kalian memberikan nafkah 225 juta per bulan? Ayo nih yang udah nikah. Ini mantan loh. Masih diribetin juga (untuk ketemu anak)," pungkas Minola.
Diketahui, Ruben Onsu dan Sarwendah resmi menikah pada 22 Oktober 2013 dan dikaruniai dua anak perempuan. Pernikahan mereka kandas pada 24 September 2024.
Setelah bercerai, keduanya kerap bersitegang. Mulai dari masalah Sarwendah yang didatangi debt collector terkait tunggakan cicilan mobil Ruben hingga Ruben yang mengaku sulit bertemu anak.