Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan Pancasila Tetap Hidup di Denyut Nadi Rakyat Teluk Bintuni
Hans Arnold Kapisa June 01, 2026 03:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Bupati Teluk Bintuni, Senin (1/6/2026).

Upacara dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Yohanis membacakan pesan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk merefleksikan serta memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Yohanis.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila 2026, Polda Papua Barat Teguhkan Komitmen Polri Presisi

Tema tahun ini, lanjutnya, menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan menjaga persatuan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia di tengah tantangan global.

Dalam amanat tersebut dijelaskan, di tengah ketidakpastian, konflik, dan ancaman global, Pancasila terbukti tangguh mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis.

Momen Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy bersama pejabat daerah dan unsur Forkopimda usai Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Teluk Bintuni, Senin (1/6/2026)
Momen Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy bersama pejabat daerah dan unsur Forkopimda usai Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Teluk Bintuni, Senin (1/6/2026) (Tribunpapuabarat.com/Syahrul Said Refideso)

Pancasila juga menjadi landasan moral menghadapi disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik dunia.

“Pancasila adalah fondasi Indonesia yang bebas dan aktif. Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bangsa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” lanjutnya.

Indonesia disebut bukan sekadar penonton dalam percaturan global, melainkan aktif berkontribusi melalui pasukan perdamaian PBB, mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa tertindas.

Hal ini menjadi pengejawantahan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca juga: Pancasila Jadi Bintang Penuntun di Langit Kaimana Papua Barat

Generasi muda pun diajak menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Para pemimpin daerah diingatkan agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial dan berpihak pada masyarakat kecil.

“Pancasila saya titipkan di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik memenuhi rasa keadilan masyarakat dan menjamin hak-hak rakyat kecil,” tegasnya.

Bupati Yohanis juga mengajak seluruh elemen bangsa melawan intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang merusak harmoni kehidupan bernegara.

Mengakhiri amanatnya, ia menegaskan komitmen kebangsaan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi keberagaman, persatuan, dan nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.