SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Arema FC menorehkan catatan apik dalam kompetisi Super League 2025/2026.
Meskipun berada di urutan sembilan dalam klasemen akhir, namun catatan tersebut menjadi prestasi apik yang dilakukan Singo Edan selama empat musim terakhir ini.
Seperti diketahui, Arema FC dalam beberapa musim terakhir, tepatnya pasca Tragedi Kanjuruhan mengalami berbagai masalah.
Hal tersebut berdampak buruk pada performa Singo Edan, hingga kerap bersaing di papan bawah saat kompetisi berlangsung.
Namun, seiring berjalannya waktu, Arema FC mulai kembali menemukan arah jalannya untuk bisa bersaing di papan atas.
Untuk itu, dengan melihat performa Singo Edan pada musim ini, manajemen Arema FC pun berharap, pada musim 2026/2027 nanti bisa menapaki persaingan di papan atas.
"Setiap musim target dari tim tentunya bisa bersaing di papan atas, setidaknya di lima besar."
"Itu sudah jadi hal yang lumrah bagi kami setiap menentukan target di awal musim," kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi kepada SURYAMALANG.COM.
Pria yang akrab disapa Inal itu menyampaikan, demi bisa memenuhi target tersebut, klub bakal membangun jalan menuju kompetisi Asia.
Hal pertama yang akan dilakukan, membuat skuad Singo Edan semakin kompetitif bersaing di Super League 2026/2027.
Mengingat, syarat untuk mengikuti kejuaraan itu harus berada di papan atas klasemen.
"Musim depan kami akan mempertahankan setengah skuad dari musim ini, kami juga akan menambah pemain baru yang bisa semakin memperkuat tim."
"Harapannya, dengan kami membangun kedalaman skuad yang semakin baik, bisa membuat performa Arema FC konsisten sampai akhir musim," tambahnya.
Berkaca pada beberapa pertandingan awal pada musim 2025/2026, Dendi Santoso dan kawan-kawan sempat mengalami start yang cukup bagus.
Sempat tak terkalahkan di laga tandang selama hampir setengah musim, Singo Edan justru keok saat bermain di kandang sendiri.
Badai cedera yang menerpa sejumlah pemain, membuat Arema FC harus tersingkir dalam persaingan menuju papan atas.
"Musim ini, cukup banyak persoalan yang kami hadapi."
"Tim harus kehilangan Achmad Maulana Syarif dan Luiz Gustavo karena cedera ACL."
"Kemudian harus kembali kehilangan Pablo."
"Cukup sulit dalam menentukan skuad yang ideal," kata Pelatih Arema FC Marcos Santos sebelum kompetisi berakhir.
Melihat kondisi tersebut, pelatih berkebangsaan Brasil itu belum terlalu puas di musim pertamanya saat menahkodai punggawa Singo Edan.
Ia menganggap, kalau Arema FC sebenarnya bisa bersaing di papan atas pada musim ini.
Namun Marcos berharap, ada pembenahan yang dilakukan oleh manajemen Arema FC untuk mengarungi musim kompetisi mendatang.
Meskipun posisi Marcos Santos saat ini juga belum diketahui, apakah ia diperpanjang kontraknya bersama Arema FC atau tidak.
"Kami menghadapi banyak sekali masalah sepanjang musim yang tidak bisa kami kendalikan."
"Tapi kami terus bertarung sekuat tenaga."
"Dan mungkin sekarang saatnya kita menatap ke depan, berbenah, dan jajaran manajemen akan duduk bersama untuk mengevaluasi apa saja yang sudah berjalan baik dan apa yang salah agar musim depan bisa jauh lebih baik," tandasnya.
Baca juga: Berpisah dengan Rifad Marasabessy, Arema FC Dikaitkan dengan Pemain Persib Bandung Robi Darwis