Bom Diduga Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Biak Papua, Dua Orang Tewas
Abd Rahman June 01, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Ledakan berkekuatan besar terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) siang. 

Insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa, merusak sejumlah bangunan warga, dan memicu operasi pencarian terhadap beberapa orang yang belum ditemukan.

Peristiwa itu terjadi di area Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.

Baca juga: Antrean Truk Sepanjang 3 Km di SPBU Lantora Polman Imbas Kelangkaan Solar

Baca juga: Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Mamuju Tengah Minta Nilai Pancasila Diterapkan dalam Kehidupan

Suara ledakan yang sangat keras terdengar hingga ke sejumlah permukiman dan membuat warga sekitar panik.

Data sementara menunjukkan dua warga meninggal dunia dalam kejadian tersebut. 

Selain itu, empat orang lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim gabungan yang terdiri dari aparat keamanan, Basarnas, dan pemerintah daerah.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dentuman keras yang terdengar dari kawasan perikanan.

Setibanya di lokasi, aparat menemukan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat ledakan. 

Petugas juga melakukan evakuasi korban serta mengamankan area untuk kepentingan penyelidikan.

Menurut Ari, hingga kini penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. 

Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama personel teknis lainnya masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai bukti yang ditemukan di lokasi.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa menyimpulkan sumber ledakan. Semua temuan akan dianalisis lebih lanjut," ujar Ari.

Dari informasi awal yang berkembang, ledakan diduga berkaitan dengan bahan peledak sisa Perang Dunia II. Namun, aparat menegaskan dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Biak Numfor diketahui memiliki sejarah panjang sebagai salah satu lokasi pertempuran besar pada masa Perang Dunia II. 

Hingga kini, berbagai peninggalan perang seperti bunker, amunisi, dan material militer masih kerap ditemukan di sejumlah titik.

Untuk mencegah risiko lanjutan, aparat telah menutup area ledakan dan memasang garis pengaman. 

Warga juga diminta tidak mendekati lokasi sampai proses sterilisasi dan penyelidikan selesai dilakukan.

Hingga Minggu malam, proses pencarian korban hilang masih berlangsung. 

Sementara itu, penyelidikan terkait sumber ledakan terus dilakukan guna memastikan penyebab kejadian secara pasti.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.