TRIBUNNEWS.COM - Menilik kiprah Timnas Indonesia yang akan memulai perjuangannya di Piala AFF U19 2026, Senin (1/6/2026) hari ini.
Kebetulan, Timnas U19 Indonesia yang dilatih Nova Arianto bakal menyandang predikat sebagai juara bertahan.
Berbekal status tersebut, nyali Timnas U19 Indonesia jelas akan diuji, apalagi mereka berstatus sebagai tuan rumah.
Bergabung di Grup A, bersaing dengan negara seperti Myanmar, Timor Leste dan Vietnam selaku rival terberatnya.
Kiprah Timnas U19 Indonesia diharapkan bisa positif, syukur-syukur bisa mempertahankan gelar di Piala AFF U19 edisi kali ini.
Jika menengok ke belakang, tepatnya ketika kita menyinggung soal turnamen Piala AFF U19.
Mempertahankan gelar juara seakan menjadi hal yang tidak mudah dilakukan oleh negara manapun yang menjadi peserta turnamen ini.
Sejak digelar perdana pada tahun 2002 silam, hanya ada satu negara saja yang berhasil mempertahankan gelar juara.
Dan negara tersebut bukanlah Thailand atau Vietnam yang menjadi kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara.
Bukan pula Timnas Indonesia yang sejauh ini baru mengoleksi dua gelar juara di Piala AFF U19.
Namun, satu negara yang mampu meraih gelar dalam dua musim berturut-turut justru ialah Myanmar.
Baca juga: Agenda Timnas Indonesia Juni-Juli, FIFA Matchday, Pemusatan Latihan di Bali, hingga Piala AFF 2026
Myanmar tercatat mampu menjadi satu-satunya negara yang back to back memenangkan gelar Piala AFF U19 pada tahun 2003 dan 2005.
Selain Myanmar, pemenang alias juara turnamen Piala AFF nyatanya selalu berganti pada setiap edisinya, dan tidak ada satupun negara yang mampu mengukir sejarah emas, bisa memenangkan gelar juara turnamen ini dalam dua edisi secara beruntun.
Australia dan Thailand yang berstatus sebagai raja Piala AFF U19 dengan koleksi lima gelarnya saja, tidak pernah sekalipun mampu meraih trofi dalam dua edisi secara berturut-turut.
Contohnya Australia yang memenangkan gelar Piala AFF U19 pada edisi yang berbeda-beda, mulai 2006, 2008, 2010, 2016 dan 2019.
Sementara Thailand juga memenangkan lima trofi tapi tidak secara beruntun, masing-masing edisi 2002, 2009, 2011, 2015, dan 2017.
Melihat fakta di atas, nyali Timnas Indonesia yang berstatus sebagai juara bertahan tentu akan diuji di Piala AFF U19 edisi kali ini.
Dengan status tuan rumah, perjuangan Timnas Indonesia untuk mempertahankan gelar juara tentu akan dipertaruhkan di setiap laganya.
Dan laga melawan Myanmar pada laga perdana Grup A yang akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Selatan, Deli Serdang, jam 20.00 WIB, akan menjadi momen perdana bagi skuad Garuda memulai perjuangannya.
Kemenangan atas Myanmar pada laga pembuka dengan skor berapapun, tentu punya pengaruh krusial bagi langkah Garuda kedepannya.
Menyandang predikat juara grup dan melaju mulus ke semifinal, jelas menjadi target yang ingin dipenuhi Timnas Indonesia.
Karena jika hal itu berjalan lancar, harapan Timnas U19 Indonesia untuk menulis tinta emas sejarah sebagai negara kedua yang mampu meraih gelar dalam dua edisi berturut-turut bisa terwujud di Piala AFF edisi kali ini.
2002: Thailand
2003: Myanmar
2005: Myanmar
2006: Australia
2007: Vietnam
2008: Australia
2009: Thailand
2010: Australia
2011: Thailand
2012: Iran
2013: Indonesia
2014: Jepang
2015: Thailand
2016: Australia
2017: Thailand
2018: Malaysia
2019: Australia
2022: Malaysia
2024: Indonesia
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)