Aturan Baru Piala Dunia 2026 Rawan jadi Bumerang, Islandia Korban Pertama saat Digulung Jepang
Dwi Setiawan June 01, 2026 01:11 PM

TRIBUNNEWS.COM - Seluruh peserta Piala Dunia 2026 mendapat peringatan serius terkait penerapan sejumlah aturan baru yang akan diberlakukan secara ketat selama turnamen berlangsung.

Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah mengesahkan beberapa perubahan regulasi yang langsung berlaku dan akan digunakan pada berbagai kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia 2026.

Salah satu perubahan paling menonjol adalah bertambahnya kewenangan Video Assistant Referee (VAR).

Kini, VAR dapat melakukan intervensi dalam beberapa situasi tertentu yang sebelumnya tidak termasuk dalam cakupan peninjauan.

VAR kini diperbolehkan membantu wasit dalam kasus kartu kuning kedua yang keliru diberikan, kesalahan identifikasi pemain, hingga keputusan tendangan sudut yang dianggap salah, seperti yang dilaporkan Sportbible.

Meski demikian, IFAB menegaskan bahwa peninjauan VAR untuk tendangan sudut hanya boleh digunakan untuk memperbaiki kesalahan yang jelas dan tidak boleh menghambat jalannya pertandingan.

TIMNAS JEPANG - Timnas Jepang pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup F bersama Belanda, Swedia dan Tunisia.

Untuk kasus kartu kuning kedua, VAR hanya dapat digunakan untuk membatalkan peringatan yang diberikan secara tidak tepat.

Sebaliknya, VAR tidak bisa merekomendasikan kartu kuning kedua apabila wasit tidak memberikannya sejak awal.

Selain itu, IFAB juga memperkenalkan aturan yang lebih tegas untuk mengurangi praktik mengulur waktu.

Pada situasi lemparan ke dalam, tim hanya memiliki waktu lima detik untuk melaksanakan restart permainan. Jika batas waktu tersebut terlampaui, penguasaan bola akan diberikan kepada lawan.

Sementara itu, keterlambatan dalam melakukan tendangan gawang akan dihukum dengan pemberian tendangan sudut kepada tim lawan.

Aturan lainnya yang tak kalah menarik adalah larangan bagi pemain menutupi mulut saat terlibat dalam situasi konfrontasi atau perdebatan di lapangan.

Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung kartu merah.

Namun, salah satu regulasi yang paling mendapat sorotan berkaitan dengan prosedur pergantian pemain.

IFAB menegaskan bahwa pemain yang ditarik keluar hanya memiliki waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian pemain ditampilkan. Pemain juga diwajibkan keluar melalui titik terdekat di garis lapangan.

Apabila pemain gagal meninggalkan lapangan dalam waktu yang ditentukan, maka pemain pengganti tidak diperbolehkan masuk hingga penghentian permainan berikutnya setelah minimal satu menit pertandingan berjalan kembali.

Islandia Korban Aturan Baru Piala Dunia 2026

Aturan tersebut terbukti bukan sekadar ancaman. Islandia menjadi tim pertama yang merasakan dampaknya dalam laga uji coba melawan Jepang, Minggu (31/5/2026) malam WIB.

Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2026, Islandia tetap menjalani pertandingan persahabatan internasional melawan Jepang yang tengah mempersiapkan penampilan kedelapan mereka secara beruntun di ajang empat tahunan tersebut.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Tokyo itu, Jepang akhirnya menang tipis 1-0 berkat gol sundulan Koki Ogawa pada menit ke-87.

Gol tersebut lahir setelah Islandia harus bermain dengan 10 pemain akibat pelanggaran terhadap aturan pergantian pemain yang baru diberlakukan.

Insiden bermula pada menit ke-85 saat Islandia melakukan pergantian ganda. Hjortur Hermannsson masuk menggantikan Daniel Leo Gretarsson tanpa kendala.

Namun, pergantian berikutnya yang melibatkan Kristian Nokkvi Hlynsson dan Isak Snaer Thorvaldsson mengalami masalah.

Hlynsson dinilai terlalu lama meninggalkan lapangan sehingga wasit menolak mengizinkan Thorvaldsson masuk sesuai ketentuan baru.

Akibatnya, Islandia harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit hingga bola keluar lapangan kembali.

Meski hukuman minimum hanya satu menit, tidak ada batas maksimal berapa lama pemain pengganti harus menunggu untuk masuk.

Dalam kasus tersebut, Islandia bermain dengan 10 pemain selama 1 menit 51 detik.

Pada periode itulah Jepang berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mencetak gol kemenangan melalui Koki Ogawa.

Kejadian tersebut menjadi peringatan nyata bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026 bahwa pelanggaran kecil terhadap aturan baru bisa berujung konsekuensi besar di atas lapangan.

Kemenangan Jepang ini secara tidak langsung dapat meningkatkan moral mereka jelang tampil di Piala Dunia 2026.

Di Piala Dunia 2026, Jepang tergabung dalam Grup F bersama Belanda, Swedia dan Tunisia.

Meski dari Asia, Jepang tak bisa dianggap remeh.

Selain banyak pemain yang berkompetisi di Eropa, Jepang juga memiliki ranking FIFA yang cukup menjanjikan yakni di posisi 18 dunia.

Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi mengaku Jepang dapat menjadi batu sandungan di Grup F.

TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE - Podast Tribunnews tentang bumbu dari format baru di Piala Dunia 2026 bersama Spieltag Indonesia, Adrian pada Minggu (31/5/2026).
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE - Podast Tribunnews tentang bumbu dari format baru di Piala Dunia 2026 bersama Spieltag Indonesia, Adrian pada Minggu (31/5/2026). (Tribunnews.com)

"Fakta grup F, Jepang paling bahaya karena sudah pernah mengalahkan Brasil, Inggris, Spanyol hingga Jerman," kata Arnan saat podcast bersama Tribunnews.

"Meski di Asia, level mereka sudah sejajar dengan Eropa. Pemain mereka sudah banyak yang abroad," tambahnya.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.