Bocah SD Berebut Salaman dengan Bupati, Momen Hangat Warnai Hari Lahir Pancasila di Tanahlaut
Ratino Taufik June 01, 2026 12:05 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, Senin (1/6/2026) pagi, berlangsung khidmat. 

Suasana berubah hangat dan penuh keceriaan saat puluhan siswa sekolah dasar berebut bersalaman dengan Bupati Tanahlaut H Rahmat Trianto seusai upacara.

Anak-anak yang sejak pagi mengikuti jalannya peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut sangat antusias ketika orang nomor satu di Tala itu mendatangi barisan peserta apel. Termasuk barisan para pelajar tersebut.

Mereka berdesakan untuk sekadar bersalaman, berfoto, hingga menyampaikan harapan pribadi kepada sang bupati.

"Pak, doakan ulun," ujar salah seorang siswa yang disambut senyum hangat H Rahmat Trianto. 

Spontan, bupati mengusap kepala anak tersebut sembari mengamini harapannya. Momen serupa berulang pada sejumlah siswa lainnya yang bergantian meminta doa dan foto bersama.

Pemandangan itu menjadi salah satu warna tersendiri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini. 

Di tengah suasana formal upacara, interaksi sederhana tersebut menghadirkan kedekatan antara pemimpin daerah dengan generasi muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

Sebelumnya, upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Tala, Jalan A Syairani, Pelaihari, berlangsung lancar dan khidmat. 

Bupati H Rahmat Trianto bertindak sebagai inspektur upacara dengan peserta dari unsur ASN, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca juga: Dipercaya Bacakan Teks UUD, H Khairil Ajak Warga Tala Jadikan Pancasila Perekat di Tengah Perbedaan

H Rahmat mengatakan, kehadiran pelajar dari berbagai jenjang pendidikan sengaja diperbanyak dalam upacara peringatan 

Hari Lahir Pancasila tahun ini. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan sejak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Ia mengatakan sengaja mengajak lebih banyak anak-anak sekolah, mulai tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi untuk mengikuti upacara trersebut.

"Supaya sejak dini mereka terbiasa memahami makna Pancasila. Jadi bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan seremonial seperti ini agar jiwa nasionalisme mereka semakin tertanam," ujarnya.

Ia menegaskan, Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam diri setiap warga negara. Karena itu, momentum Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia", H Rahmat mengajak seluruh masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat, para pejabat, guru, dan seluruh elemen untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. 

"Bukan hanya diperingati saat upacara, tetapi benar-benar diamalkan dalam tindakan dan perilaku kita," katanya.

Sejumlah pihak menilai kehadiran pelajar dan mahasiswa dalam jumlah cukup banyak pada upacara tersebut menjadi simbol penting estafet nilai-nilai kebangsaan terus diwariskan kepada generasi muda. 

Antusiasme anak-anak yang menyambut bupati seusai upacara, disebut menjadi gambaran semangat nasionalisme dapat tumbuh melalui pendekatan yang sederhana, hangat, dan membumi.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.