SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemulangan jemaah haji ke Jawa Timur (Jatim) melalui Debarkasi Surabaya resmi dimulai pada Senin (1/6/2026) malam ini. 4 kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan tiba secara bertahap di Bandara Internasional Juanda, sebelum diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing.
Kloter pertama yang berasal dari Kabupaten Probolinggo dijadwalkan mendarat pukul 20.25 WIB. Selanjutnya Kloter 2 tiba pukul 21.20 WIB, Kloter 3 pukul 22.20 WIB dan Kloter 4 pukul 23.20 WIB.
Selain jemaah asal Kabupaten Probolinggo, dalam empat kloter awal tersebut juga terdapat sejumlah jemaah penggabung dari Surabaya, Malang dan Sidoarjo.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Asadul Anam, memastikan proses kedatangan akan berlangsung cepat tanpa seremoni penyambutan yang berlarut-larut.
"Komitmen kami tidak ada seremonial lama dalam penyambutan kepulangan jemaah haji. Segera bisa pulang ke daerah masing-masing," ujar Anam, Senin (1/6/2026).
PPIH Debarkasi Surabaya telah menyiapkan mekanisme pelayanan agar proses kedatangan berjalan lancar dan efisien.
Jadwal Kedatangan Empat Kloter Awal
Seluruh jemaah selanjutnya akan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menjalani proses kedatangan, sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
Asadul Anam yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur, menjelaskan bahwa mekanisme penjemputan dibedakan berdasarkan wilayah asal jemaah.
Khusus jemaah yang berasal dari kawasan aglomerasi Surabaya atau Gerbangkertasusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), keluarga diperbolehkan menjemput langsung di Asrama Haji Sukolilo.
Namun, keluarga penjemput diwajibkan memiliki kartu atau pass penjemputan yang diterbitkan melalui koordinasi dengan Kantor Kemenhaj kabupaten/kota setempat.
"Penjemput bisa mengurus izin penjemputan dengan mendapatkan pass atau kartu khusus. Ini kami koordinasikan dengan Kantor Kemenhaj daerah," jelas Anam.
Sementara itu, bagi jemaah yang berasal dari luar wilayah Surabaya Raya, PPIH menyarankan agar tetap menggunakan fasilitas transportasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan dan penumpukan penjemput di kawasan Asrama Haji Sukolilo.
"Jika semua penjemput datang langsung ke Asrama Haji, dipastikan akan terjadi kepadatan luar biasa. Oleh karena itu, jemaah dari luar daerah sudah disiapkan bus yang difasilitasi oleh daerah masing-masing," kata Anam.
Setibanya di Asrama Haji Surabaya, seluruh jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur kedatangan.
Proses yang Dilalui Jemaah Setibanya di Asrama Haji
PPIH memastikan seluruh tahapan dilakukan secara cepat, agar jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
PPIH Debarkasi Surabaya telah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Tujuan utamanya adalah agar jemaah dapat segera kembali ke rumah, dan beristirahat bersama keluarga setelah menyelesaikan ibadah haji.
"Jemaah yang tiba di asrama bisa langsung kembali ke daerah asal," ujar Anam.
Kedatangan 4 kloter pertama ini, menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Jawa Timur tahun 2026. Ribuan jemaah lainnya dijadwalkan tiba secara bertahap melalui Debarkasi Surabaya dalam beberapa pekan ke depan.