Carlo Ancelotti dibuat kebingungan setelah para pemain pelapis Timnas Brasil menunjukkan performa yang lebih tajam dibandingkan skuad utama.
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengaku pusing setelah skuad pelapisnya tampil lebih produktif daripada para pemain utama dalam laga uji coba.
Dalam rangka persiapan menuju Piala Dunia 2026, Timnas Brasil menggelar pertandingan uji coba melawan Panama.
Bertanding di hadapan para pendukungnya sendiri di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, pada Senin (1/6/2026) pagi WIB, Tim Samba meraih kemenangan telak dengan skor akhir 6-2.
Enam gol Brasil dicetak oleh enam pemain berbeda, yakni Vinicius Junior (menit ke-1), Casemiro (38'), Rayan (52'), Lucas Paqueta (59'), penalti Igor Thiago (62'), dan Danilo Oliveira (80').
Sementara itu, dua gol hiburan untuk Panama tercipta melalui gol bunuh diri Matheus Cunha (13') dan sepakan Harvey (83').
Namun di balik pesta gol tersebut, terdapat eksperimen taktik menarik yang diterapkan oleh Carlo Ancelotti.
Pada laga pemanasan ini, pelatih asal Italia itu sengaja menurunkan dua formasi skuad berbeda di masing-masing babak.
Di babak pertama, Ancelotti menurunkan skuad utama yang kemungkinan besar akan menjadi tulang punggung Brasil di Piala Dunia 2026 mendatang.
Nama-nama besar seperti Alisson Becker, Bruno Guimaraes, Casemiro, Raphinha, Vinicius Junior, hingga Matheus Cunha dipercaya tampil sejak awal untuk membangun kekompakan tim.
Memasuki babak kedua, Ancelotti melakukan perubahan besar-besaran dengan memasukkan 10 pemain cadangan sekaligus.
Menariknya, hasil yang muncul justru di luar dugaan.
Jika pada babak pertama skuad utama hanya mampu mencetak dua gol, para pemain pelapis di babak kedua justru tampil luar biasa dengan mencetak empat gol tambahan ke gawang Panama.
Ledakan performa dari para pemain cadangan ini membuat Ancelotti harus berpikir keras, meski dalam konteks positif.
“Don Carlo” kini dihadapkan pada dilema untuk menentukan siapa saja yang layak menjadi bagian dari 11 pemain utama di ajang sepak bola paling bergengsi dunia tersebut.
Kedalaman skuad yang begitu merata menjadi anugerah sekaligus tantangan tersendiri bagi mantan pelatih Real Madrid itu dalam meracik strategi terbaik.
Meski memberikan pujian kepada para pemain pelapisnya, Ancelotti tetap menyampaikan evaluasi realistis seusai laga.
Ia menyoroti bahwa intensitas permainan Panama di babak kedua mengalami penurunan signifikan dibandingkan babak pertama.
“Kemungkinan untuk mengubah tim dan strategi memang ada dalam pikiran saya,” ujar Ancelotti, dikutip dari UOL.
“Saya rasa pertandingan di babak kedua justru membuat saya memiliki banyak keraguan, tapi itu hal yang bagus bagi saya.”
“Penampilan di babak kedua penting bagi tim dan para pemain pengganti.”
“Mereka menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan para pemain utama.”
“Namun, kami juga harus mempertimbangkan lawan yang sedikit menurunkan intensitas permainan di babak kedua,” lanjut pelatih berusia 66 tahun tersebut.
Pada ajang Piala Dunia 2026 nanti, Brasil yang merupakan pemilik lima gelar juara dunia akan memulai petualangannya di Grup C.
Langkah awal mereka dipastikan tidak akan mudah karena harus bersaing dengan Maroko, Haiti, dan Skotlandia demi memperebutkan tiket ke babak gugur.