TRIBUNJATENG.COM - Kasus meninggalnya dua anak balita di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus menjadi perhatian publik.
Perusahaan pelaksana proyek, PT Nindya Karya (Persero), akhirnya memberikan penjelasan terkait insiden yang menewaskan dua bocah yang ditemukan di lubang galian septic tank.
Korban diketahui berinisial AZ (4) dan MA (3). Keduanya ditemukan meninggal dunia di area galian bio septic tank yang berada di dalam kawasan proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Parappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Pihak perusahaan menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada saat tidak ada aktivitas konstruksi di lokasi karena masa libur Hari Raya Idul Adha.
Sekretaris Perusahaan PT Nindya Karya (Persero), M Maududy Ary, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
“Perusahaan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini,” ujar Maududy Ary dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, tim proyek langsung berkoordinasi dengan aparat setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk membantu proses penanganan di lapangan sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Saat ini lokasi kejadian telah diamankan dan dipasangi garis polisi guna mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Baca juga: Kecele, Polisi di Kudus Gerebek Lokasi Sabung Ayam Tapi Para Penjudi Sudah Kabur Duluan
Pihak perusahaan menyatakan akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan aparat penegak hukum guna mengetahui secara menyeluruh kronologi maupun faktor yang menyebabkan terjadinya insiden tersebut.
Selain itu, perusahaan mengaku akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di area proyek sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami turut prihatin dan saat ini fokus memberikan dukungan serta bekerja sama penuh dengan pihak terkait dalam proses investigasi. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi perhatian serius perusahaan untuk penguatan pengamanan area proyek ke depan,” tutur dia.
PT Nindya Karya juga menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan standar keselamatan kerja, pengawasan lingkungan proyek, dan sistem keamanan yang berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan pembangunan.
Perusahaan turut mengimbau masyarakat sekitar agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di dekat area konstruksi yang memiliki potensi risiko keselamatan.
Sebelumnya, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Rabu (27/5/2026), ketika dua bocah ditemukan meninggal dunia di lubang galian septic tank proyek pembangunan Sekolah Rakyat.
Tragedi ini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Takalar. Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye, turut mendatangi salah satu rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Dalam keterangannya, Bupati Takalar meminta pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut untuk bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa kedua anak tersebut.
"Kita semua kehilangan dan duka mendalam atas kasus ini dan ini sebenarnya tidak terjadi jika pihak perusahaan pembangunan proyek Sekolah Rakyat memaksimalkan pengamanan di lokasi," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com.
Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung. Aparat kepolisian bersama pihak terkait terus mengumpulkan keterangan dan fakta di lapangan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab insiden yang merenggut nyawa dua bocah tersebut.