SERAMBINEWS.COM, MASSACHUSETTS – Sebuah meteor meledak di atmosfer saat mendekati Bumi dan memicu ledakan dahsyat di langit wilayah timur laut Amerika Serikat pada Sabtu (30/5/2026).
Peristiwa tersebut menimbulkan suara dentuman keras yang terdengar hingga ke sejumlah daerah di Massachusetts dan New Hampshire.
Berdasarkan laporan NASA, energi yang dilepaskan saat meteor itu pecah diperkirakan setara dengan sekitar 300 ton TNT, sehingga menghasilkan gelombang kejut yang cukup kuat untuk menggetarkan bangunan di sekitar lokasi.
“Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif yang sedang berlangsung saat ini. Ini merupakan objek alami dan bukan puing-puing luar angkasa maupun satelit yang memasuki kembali atmosfer Bumi,” ujar Dooren, seperti dikutip dari The Guardian.
Baca juga: VIDEO - Dentuman Keras Gegerkan Amerika, Terpantau Akibat Meteor yang Pecah
Menurut NASA, meteor itu melaju dengan kecepatan sekitar 75.000 mil per jam atau sekitar 120.700 kilometer per jam.
Saat pecah, benda langit tersebut berada pada ketinggian sekitar 40 mil atau 64 kilometer di atas permukaan Bumi.
Ledakan yang dihasilkan menciptakan fenomena bola api terang di langit dan menghasilkan suara dentuman yang mengejutkan warga setempat.
Sejumlah pengguna media sosial melaporkan mendengar suara ledakan keras yang disertai getaran pada rumah dan jendela mereka.
Meski menimbulkan kepanikan sesaat, NASA menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat.
Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat ledakan tersebut.
Fenomena meteor yang meledak di atmosfer, atau dikenal sebagai airburst, terjadi ketika benda langit memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi dan mengalami tekanan serta panas ekstrem hingga akhirnya pecah sebelum mencapai permukaan.
Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2013 di Chelyabinsk, Rusia, yang menghasilkan gelombang kejut kuat dan menyebabkan kerusakan pada ribuan bangunan.
NASA terus memantau objek-objek dekat Bumi (Near-Earth Objects/NEO) untuk mendeteksi potensi ancaman dari asteroid maupun meteor yang berukuran lebih besar di masa mendatang.