Gubernur Sumbar Ajak Generasi Muda Jadikan Piala Dunia 2026 Sebagai Inspirasi untuk Belajar dari Sepak Bola Dunia
Aurora Nightingale June 01, 2026 02:35 PM

PADANG – Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang dinilai bukan hanya sekadar ajang olahraga semata.

Bagi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turnamen tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran berharga bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Mahyeldi menyampaikan bahwa siaran Piala Dunia yang dapat disaksikan masyarakat melalui TVRI membuka peluang lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk melihat secara langsung bagaimana tim-tim terbaik dunia bermain di panggung tertinggi.

Pernyataan itu ia sampaikan kepada TribunPadang.com setelah memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sumbar pada Senin (1/6/2026).

“Alhamdulillah, Piala Dunia kali ini akan disiarkan melalui TVRI. Saya menilai ini langkah yang sangat baik karena masyarakat, khususnya anak-anak yang gemar sepak bola, bisa menyaksikan pertandingan secara langsung,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, Piala Dunia dapat menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak muda yang memiliki impian untuk berkarier di dunia sepak bola.

Ia mengungkapkan bahwa saat melaksanakan Safari Ramadan beberapa waktu lalu, dirinya banyak menemui anak-anak di Sumbar yang menyatakan keinginan menjadi pemain sepak bola profesional.

“Banyak anak yang saya temui mengatakan ingin menjadi pemain bola. Ini cita-cita yang mulia dan luar biasa. Karena itu, Piala Dunia menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar dari para pemain terbaik dunia,” ucapnya.

Mahyeldi menilai bahwa pertandingan-pertandingan selama Piala Dunia bisa dijadikan bahan refleksi dan evaluasi bagi perkembangan sepak bola nasional.

Tidak hanya bagi pemain muda, menurutnya, para pelatih serta pecinta sepak bola juga dapat memetik pelajaran berharga dari strategi permainan, kedisiplinan, metode latihan, hingga semangat kompetitif yang ditunjukkan oleh negara-negara peserta kompetisi.

“Kita bisa melihat dan mengevaluasi bagaimana kemajuan sepak bola kita. Nilai-nilai positif yang ada di Piala Dunia dapat kita adopsi dan terapkan demi kemajuan sepak bola Indonesia,” kata Mahyeldi lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya bergantung pada kemampuan individu pemain, tetapi juga pada pembinaan berkelanjutan, kedisiplinan, serta kekompakan tim.

Oleh karena itu, Mahyeldi berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama, bukan hanya sekadar tontonan hiburan.

“Ini menjadi kesempatan belajar bagi para pelatih, pecinta sepak bola, dan generasi muda kita. Semoga dari ajang ini lahir semangat baru untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” tuturnya.

Mahyeldi juga berharap semakin banyak anak-anak di Sumatera Barat yang termotivasi untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan bakatnya di bidang olahraga, khususnya sepak bola, agar kelak mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.