TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengaku telah memiliki tim favorit yang akan didukungnya selama turnamen berlangsung.
Tak hanya karena faktor pemain bintang, dukungan Mahyeldi kepada Portugal dan Spanyol juga dipengaruhi oleh sikap kedua negara tersebut terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Saat ditanya negara yang akan didukung pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang, Mahyeldi menyebut Portugal dan Spanyol sebagai pilihannya.
"Kalau tidak Ronaldo, ya Lamine Yamal. Antara Spanyol dan Portugal," kata Mahyeldi kepada TribunPadang.com usai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, selain memiliki pemain yang menarik untuk disaksikan, kedua negara tersebut dinilai menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan perjuangan kemerdekaan rakyatnya.
Baca juga: Warga Sumbar Bisa Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur, Pemprov Sediakan Layar LED Raksasa
"Itu salah satu alasannya, karena mereka mendukung Palestina dan mendukung kemerdekaan Palestina," ujarnya.
Meski memiliki tim favorit, Mahyeldi menilai Piala Dunia lebih dari sekadar ajang mencari pemenang.
Menurutnya, turnamen empat tahunan itu merupakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk belajar dari perkembangan sepak bola dunia.
Ia mengaku saat melakukan Safari Ramadan ke berbagai daerah di Sumbar beberapa waktu lalu, banyak anak-anak yang menyampaikan cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
"Banyak anak-anak yang ingin menjadi pemain bola. Ini cita-cita yang luar biasa dan harus kita dukung," katanya.
Mahyeldi menyambut baik rencana penayangan Piala Dunia melalui TVRI karena akan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan tim-tim terbaik dunia.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Belajar, Gubernur Sumbar Ajak Anak Muda Tiru Hal Positif dari Sepak Bola
Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemain muda, pelatih, dan pecinta sepak bola untuk mempelajari hal-hal positif yang bisa diterapkan dalam pengembangan sepak bola Indonesia.
"Kita bisa mengevaluasi bagaimana perkembangan sepak bola kita. Kemudian hal-hal positif yang ada di negara-negara peserta bisa kita tiru untuk kemajuan sepak bola Indonesia," ujarnya.
Selain menjadi sarana pembelajaran, Mahyeldi juga melihat peluang ekonomi yang muncul dari euforia Piala Dunia 2026.
Pemerintah Provinsi Sumbar bahkan berencana menggelar kegiatan nonton bareng yang dapat diikuti masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Baca juga: Remaja Terseret Ombak di Pantai Sunua Padang Pariaman Ditemukan Meninggal
"Kalau ada keramaian biasanya ada masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi. Itu akan memberikan dampak ekonomi dan peluang bagi UMKM. Itu yang kita harapkan," kata Mahyeldi.
Ia berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat melalui berbagai aktivitas yang muncul selama turnamen berlangsung. (*)