TRIBUNNEWS.COM - Presiden Real Madrid, Florentino Perez baru-baru ini mengeluarkan curhatan barunya tentang kondisi timnya saat ini.
Kegagalan Real Madrid memenangkan kompetisi apapun dalam dua musim terakhir, jelas menampar Florentino Perez.
Sebagai sosok presiden salah satu klub terbesar di dunia, wajah Florentino Perez seakan tertampar dengan kenyataan tersebut.
Tak pelak, Florentino Perez akhir-akhir ini terus mengeluarkan curhatan tentang kondisi timnya yang mulai merasakan kekeringan gelar.
Terbaru, ia menyinggung soal kegagalan Real Madrid yang tidak bisa berbicara banyak di panggung Liga Champions.
Sebagai raja Liga Champions, Florentino Perez menyadari memenangkan turnamen tersebut setiap tahun adalah hal yang konyol.
Sebaliknya, ia membanggakan fakta bahwa Real Madrid masih menjadi satu-satunya tim yang mampu mememangkan trofi Liga Champions sebanyak enam kali dalam 10 tahun terakhir.
"Kita tidak boleh tergila-gila, gagasan bahwa kamu bisa memenangkan Liga Champions setiap tahun itu hal konyol," curhat Florentino Perez.
"Faktanya memenangkan enam gelar dalam 10 tahun adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh siapapun," tukasnya.
Apa yang dikatakan Florentino Perez barangkali tidak salah.
Karena dominasi Real Madrid di kompetisi Liga Champions memang sulit terbantahkan.
Dalam hitungan satu dekade terakhir, Real Madrid mampu memenangkan gelar turnamen ini sebanyak 6 kali.
Termasuk tiga diantaranya dimenangkan Real Madrid secara beruntun dalam tiga musim yang berbeda, yakni 2016-2018.
Pada periode tersebut, tidak ada klub selain Real Madrid yang mampu memenangkan lebih banyak gelar daripada mereka.
Hal itulah yang coba dibanggakan Florentino Perez ketika berbagai kritikan dan hujatan yang mengarah kepada Real Madrid, setelah terhenti di babak 8 besar Liga Champions melawan Arsenal dan Bayern Munchen dalam dua musim terakhirnya.
Lebih lanjut, Florentino Perez berbagi pandangan soal anjloknya prestasi sekaligus performa Real Madrid, khususnya musim ini.
Berbagai isu negatif termasuk pergantian pelatih hingga panasnya situasi internal klub, awalnya dianggap sebagai biang kerok tidak konsistennya performa Real Madrid musim ini.
Hanya saja dalam pandangan Florentino Perez selaku presiden klub, ia merasa turunnya performa Real Madrid karena adanya Piala Dunia Antarklub.
Baca juga: Nico Paz Makin Dekat ke Real Madrid, Kode Keras Florentino Perez Jelang Pemilu Presiden
Format Piala Dunia Antarklub 2025 yang mengusung format anyar dengan melibatkan 32 tim dari berbagai zona, membuat Real Madrid kehilangan waktu untuk mempersiapkan diri menyambut kompetisi musim 2025/2026.
Situasi kian rumit, karena musim panas lalu menjadi momen transisi Real Madrid, dari era pelatih Carlo Ancelotti ke Xabi Alonso.
Adanya Piala Dunia Antarklub dianggap telah mengganggu persiapan Real Madrid, hingga akhirnya kembali babak belur musim ini.
"Piala Dunia Antarklub telah menghancurkan kami musim ini," tegas Florentino Perez.
"Kami tidak punya pramusim, dan setelah tiga bulan kami memiliki 28 cedera,"
"Ini pengalaman untuk belajar, saya ingin Real Madrid bermain di Piala Dunia, tapi bukan dengan mengorbankan satu musim penuh," tambahnya.
Berbagai curhatan yang akhir-akhir ini disampaikan Florentino Perez seakan menambah bumbu jelang digelarnya Pemilihan Umum Presiden Real Madrid yang akan digelar pada tanggal 7 Juni 2026 mendatang.
Di pemilihan edisi kali ini, Florentino Perez mendapat saingan dari pengusaha muda bernama Enrique Riquelme yang berani bertarung memperebutkan status sebagai Presiden Utama Real Madrid.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)