TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan drh. Soepardi, Sawitan, Senin (1/6/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan penghargaan kepada 83 pelajar yang berhasil meraih nilai sempurna atau nilai 100 (Istimewa) pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Magelang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang diraih para siswa. Penerima penghargaan terdiri dari 38 siswa Sekolah Dasar (SD), 7 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 38 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Salah satu penerima penghargaan, Arendra Bagaskara dari SD Negeri Secang 1, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang.
"Terima kasih banyak atas dukungan dan apresiasi yang telah diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berprestasi," ujar Arendra.
Ia berharap penghargaan tersebut juga dapat menginspirasi pelajar lain untuk terus mengembangkan kemampuan akademiknya.
"Semoga penghargaan ini bermanfaat dan membawa berkah. Saya berharap penghargaan ini juga dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang," tuturnya.
Selain menyerahkan penghargaan kepada pelajar berprestasi, Pemerintah Kabupaten Magelang juga menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis kepada Desa Pesidi, Kecamatan Grabag; Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur; Desa Candiretno, Kecamatan Secang; dan Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Magelang juga menyerahkan pohon konservasi kepada komunitas Jogo Tuk melalui Pemerintah Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan; Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman; serta Desa Sewukan, Kecamatan Dukun sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan sumber daya air.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan berkeadilan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dihidupkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan," kata Grengseng.
Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks menuntut seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat semangat gotong royong, toleransi, dan persaudaraan.
"Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kita harus memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap menjadi kompas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa di masa depan.
"Generasi muda diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat serta mampu menjadi agen persatuan di era digital," tegasnya.
Grengseng berharap semangat kebangsaan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat sehingga Kabupaten Magelang dapat terus menjadi daerah yang rukun, damai, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
"Pancasila harus terus kita hidupkan dalam setiap aspek kehidupan. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, saya optimistis Kabupaten Magelang akan semakin maju, harmonis, dan sejahtera," katanya.