Jembatan Perintis Garuda di Kiuola TTU Nyaris Rampung, Asa Baru Bagi Petani Kecil di Lembah Noemuti 
Oby Lewanmeru June 01, 2026 06:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bunyi suara besi beradu nyaris. Empat utas tali baja atau hanger membentang dari seberang wilayah Dusun II dan III Desa dan sisi lainnya di Dusun 1 Desa Kiuola.

Beberapa warga terlihat menunjukkan ekspresi wajah heran dan cemas. Empat orang prajurit TNI bercelana loreng tanpa bergelayutan pada empat utas hanger itu.

Puluhan warga menatap lekat setiap gerak-gerik prajurit ini. Terik matahari menyengat di kepala. Waktu menunjukkan pukul 13.00 WITA. 

Dua orang prajurit berdiri di aliran air, sesekali menatap ke atas. Tiga besi baja sebagai gelagar telah dipasang. Tiga besi baja itu, diinjak secara bergantian.

Baca juga: Warga dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda di Desa Kiuola 

Para prajurit Kodim 1618/TTU dan warga sedang mengerjakan gelagar dan hanger Jembatan Perintis Garuda. Pekerjaan ini sudah memakan waktu lebih dari sebulan sejak peletakan batu pertama pada Bulan April 2026 lalu.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris rampung. Jembatan yang dikerjakan oleh Kodim 1618/TTU dan warga Desa Kiuola ini sudah memasuki tahapan finishing.

Saat ini, sedang dilaksanakan pemasangan gelagar dan hanger. Dua komponen tersebut merupakan inti dari jembatan gantung.

Pembangunan dua komponen ini menegaskan progres siginifikan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kiuola. Pasalnya, dengan komponen itu, pembangunan sudah memasuki tahapan finishing.

Dandim 1618/TTU, Letkol Didit Prasetyo mengatakan, komitmen menghadirkan akses penghubung yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat terus ditunjukkan oleh Kodim 1618/TTU bersama warga Desa Kiuola. Progres pembangunan ini menegaskan bahwa gotong-royong dan kerja sama bakal menghasilkan progres yang luar biasa.

Kendati menghadapi tantangan serius seperti bentangan sungai yang lebar dan cuaca yang tidak menentu, kerja keras ini akhirnya terjawab.

"Ketelitian dan kecermatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses pemasangan," ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.

Pasalnya, kedua komponen ini berperan besar dalam menjaga keseimbangan, daya tahan, dan keamanan jembatan. Oleh karena itu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas.

Menariknya, warga dan prajurit Kodim 1618/TTU bahu-membahu bekerja sama sejak pagi hingga malam demi memastikan pekerjaan ini tuntas dalam kurun waktu yang diharapkan.

Ia mengakui bahwa, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Pelaksanaan pembangunan ini dipercayakan kepada Kodim 1618/TTU.

Jembatan ini nantinya akan menjadi fasilitas pendukung penunjang ekonomi masyarakat setempat. Infrastruktur jembatan bakal menjadi akses utama masyarakat di wilayah itu menjual hasil pertanian mereka.

Masyarakat setempat, selama ini terbelenggu dalam persoalan keterbatasan akses jembatan yang tidak pernah terwujud puluhan bahkan ratusan tahun.

Sebelum Indonesia merdeka, warga setempat bertaruh nyawa menyeberangi sungai ini untuk menjual hasil panen mereka.

"Keberhasilan yang dicapai hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan serta partisipasi aktif masyarakat Desa Kiuola yang terus menjaga semangat kebersamaan dalam setiap tahapan pekerjaan," ucapnya.

Jembatan itu, kata Didit, menjadi penghubung dua sisi wilayah desa yang berbeda. Selain itu, jembatan ini menjadi asa baru bagi siswa-siswi di desa itu menyulam asa mengenyam pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh personel dan warga yang telah menunjukkan pengabdian luar biasa. Dengan semangat persatuan yang terus terjaga, kami optimistis Jembatan Perintis Garuda akan segera berdiri kokoh sebagai simbol kemanunggalan TNI dan rakyat serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten TTU,” ungkapnya.

Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak sekadar pembangunan fasilitas penunjang tetapi merupakan kehormatan besar bagi masyarakat setempat.

Jembatan Perintis Garuda ini merupakan jawaban doa-doa dan harapan mereka yang selama ini didaraskan dalam sepi. Didaraskan di atas hamparan sawah nan subuh dan rumah yang sunyi.

Jembatan gantung itu, dibangun melintasi Kali Noemuti yang selama ini. Masyarakat setempat antusias membantu pelaksanaan persiapan tersebut.

Mewakili masyarakat Desa Kiuola, Primus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui TNI yang akhirnya menjawab harapan masyarakat setempat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jurnalis yang selama ini menulis tentang keresahan warga setempat ihwal ketiadaan fasilitas jembatan itu.

Fasilitas jembatan ini bakal mendukung ratusan siswa-siswi SD, SMP dan SMA untuk pergi ke sekolah dengan baik tanpa rasa takut.

Ia mengakui bahwa, pembangunan jembatan gantung ini sangat membantu warga sejumlah di wilayah Kecamatan Noemuti. Warga Desa Seo, Desa Noebaun, dan Kiuola memiliki lahan di sekitar wilayah ini.

Pembangunan jembatan gantung itu mempermudah mereka bepergian ke sawah. Selama ini masyarakat nekat menerjang derasnya banjir untuk pergi ke sawah.

Pada musim hujan, mereka terpaksa tidak pergi ke sawah. Pasalnya, banjir bandang menjadi kendala utama mereka melintasi kali itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Kiuola, Gaudensiana Cornelis mengatakan, selama ini proses pembelajaran di SDK Kiuola selalu terhambat di musim hujan. Proses pembelajaran bahkan tidak berjalan apabila banjir bandang terjadi di Kali Noemuti.

Pasalnya, mayoritas guru berdomisili di dusun I. Sedangkan bangunan SDK Kiuola berlokasi di seberang kali tepatnya di wilayah Dusun II.

Ia berharap, Jembatan Garuda ini bisa menumbuhkan kembali harapan anak untuk lebih rajin belajar demi meraih cita-cita mereka. (bbr)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.