Beda Pengakuan Mama Yasinta dan Keluarga Soal Pergi ke Jakarta, Tak Diculik Karena FIlm Pesta Babi?
Rr Dewi Kartika H June 01, 2026 09:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pihak keluarga tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moowend atau Mama Yasinta menyebut bahwa sang ibu mendadak hilang dari rumah sejak 24 Mei 2026.

Atas kejadian tersebut, anak-anak pun curiga Mama Yasinta sengaja diselundupkan oleh sejumlah pihak.

Diketahui Mama Yasinta, tengah jadi sorotan di film dokumenter Pesta Babi karena tegas menolak Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun setelah film tersebut viral, Mama Yasinta mendadak mengubah haluannya.

Mama Yasinta kini menegaskan bahwa ia mendukung PSN yang dicanangkan pemerintah.

Bukan cuma itu, Mama Yasinta yang dikenal sebagai tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan dari Merauke itu juga keras menentang penayangan film Pesta Babi.

Puncaknya, Mama Yasinta datang ke Jakarta dan melaporkan Ketua LBH Merauke, Johnny Teddy Wakum ke polisi karena dianggap bertanggung jawab atas peluncuran film tersebut.

"Kami dari keluarga Mama Yasinta mau klarifikasi tentang dugaan mama mulai dari hari Minggu tanggal 24 Mei 2026, kami kehilangan kontak dengan beliau," ungkap anak Mama Yasinta dikutip TribunJakarta.com dari Instagram Lambeturah.

"Setelah tanggal 23 hari Sabtu, ketika video Mama Yasinta berkembang di media. Saat itu kami coba membangun komunikasi dengan mama, tapi mama sudah tidak komunikasi dengan keluarga mulai dari hari Minggu. Diduga saat itu mama ditekan dan sudah membangun perencanaan yang cukup panjang untuk bagaimana mama diduga untuk mengambil data dari Mama Yasinta," sambungnya.

Lebih lanjut, anak-anak juga menceritakan kronologi Mama Yasinta pergi dari rumah tanpa pamit.

Anak-anak curiga Mama Yasinta dijemput oleh aparat militer.

"Hari Minggu saat itu mama tidak bermalam di rumahnya, tapi beliau bermalam di pos TNI di Kampung Wogekel Distrik Ilwayab. Hari Senin tanggal 25 beliau bersama dengan (aparat militer) yang bertugas untuk mengamankan PSN di Kampung Wanam dan juga (pejabat distrik) saat ini, ikut menyelundupkan mama tanpa sepengetahuan keluarga," kata anak-anak Mama Yasinta.

"Dugaan pertama itu mama diberangkatkan pakai kapal laut ke Merauke. Tapi Hari Senin itu dibangun komunikasi bahwa beliau akan menggunakan pesawat jet milik, menuju Timika dan ke Boven Digoel. Dan juga mereka entah berangkat ke Merauke, saat itu kami sudah tidak tahu keberadaan beliau," sambungnya.

Setelah menghilang, Mama Yasinta mendadak menghubungi keluarga untuk meminta kartu identitas.

Dari sanalah keluarga curiga Mama Yasinta sudah ada di Jakarta.

"Sampai dengan hari Jumat tanggal 29, kami baru tahu ketika (aparat militer) dan (pejabat distrik) berada setelah kembali mereka menggunakan pesawat dari Merauke ke Wanam, untuk komunikasi dengan Mama Yasinta di Jakarta," pungkas anak Mama Yasinta.

"Mama Yasinta sampaikan bahwa tolong kirimkan identitas diri yaitu KTP, dan Kartu Keluarga. Mama sampaikan bahwa kami akan bertemu dengan presiden. Komunikasi itu dilakukan setelah Mama sudah melaporkan LBH di Polda Metro Jaya," sambungnya.

Klarifikasi Mama Yasinta

Dicemaskan oleh anak-anaknya karena mendadak hilang, Mama Yasinta akhirnya muncul.

Pada Senin (1/6/2026) Mama Yasinta berurai air mata mengurai kondisinya saat ini.

Mama Yasinta membantah bahwa dirinya diintimidasi gara-gara film Pesta Babi.

Adapun untuk aksinya ke Jakarta hingga melaporkan Ketua LBH Merauke, Mama Yasinta menyebut itu semua atas keinginannya sendiri.

"Saya sendiri yang datang. Tidak ada orang yang ajak saya. TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi," akui Mama Yasinta. 

Sembari terisak, Mama Yasinta meminta agar semua pihak tidak ikut campur dengan urusannya.

"Jangan ikut campur urusan saya ya. Jangan kaitkan urusan saya dengan PSN. Saya bermasalah dengan orang-orang tertentu yang pamer-pamer saya punya wajah di mana-mana. Bukan kalian yang kasih makan saya, saya cari makan sendiri," ujar Mama Yasinta sambil menangis.

Mama Yasinta juga membantah tudingan anak-anaknya soal intimidasi.

"Tidak usah tuduh orang. Saya di Jakarta baik-baik. Saya tidak pernah sampai di Boven Digoel? stop tidak usah provokator lagi," tegas Mama Yasinta.

Produser Pesta Babi Buka Suara

Mewakili tim kolaborator produksi film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono menegaskan bahwa pihak pembuat film sama sekali tidak berniat menyudutkan Mama Sinta meski telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya. 

Tim kolaborasi justru meminta agar masyarakat luas tidak memberikan stigma negatif atau menyebarkan kebencian kepada Mama Sinta atas keputusan yang diambilnya. 

"Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini," ujar Dandhy. 

Sikap saling menghormati ini, kata Dandhy, tidak lepas dari rekam jejak Mama Sinta yang selama ini berada di barisan depan dalam membela masyarakat adat. 

Bahkan, kata Dandhy, Mama Sinta adalah sosok tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk masyarakat adat, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter tersebut.

Namun, Dandhy mengakui bahwa tim produksi saat ini menemui jalan buntu karena komunikasi dengan Mama Sinta terputus sejak perilisan film ke publik. 

"Setelah videonya beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya," jelasnya. 

Dandhy pun berharap polemik ini tidak mengaburkan perhatian publik dari substansi masalah yang sesungguhnya di Tanah Papua yang diangkat dalam film Pesta Babi. 

"Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua," tutup Dandhy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.