Declan Rice dan Noni Madueke memberikan respons tajam terhadap kritik di media sosial setelah akhir pekan yang penuh gejolak, di mana Arsenal merayakan parade juara Liga Primer Inggris sekaligus merasakan kekecewaan akibat kekalahan di final Liga Champions. Duo The Gunners itu tidak tinggal diam setelah pemain Tottenham, Djed Spence, mencoba mengejek kekalahan mereka di final Eropa melalui adu penalti melawan Paris Saint-Germain.
Madueke bungkamkan kritik usai kekecewaan di Budapest
Pemain berusia 24 tahun itu menggunakan media sosial untuk membalas para pengkritiknya setelah akhir pekan yang penuh dengan pasang surut bagi tim asuhan Mikel Arteta. Ketika Arsenal berpawai membawa trofi Liga Primer di jalanan London utara untuk merayakan berakhirnya penantian 22 tahun akan gelar domestik, bayangan kekalahan di final Liga Champions masih terasa. The Gunners kalah lewat adu penalti dari Paris Saint-Germain di Budapest, setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti penting.
Madueke, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua namun tidak mengambil bagian dalam adu penalti, menggunakan unggahan di Instagram untuk menjelaskan posisinya. Ia membagikan foto dirinya bersama Rice memegang trofi Liga Primer dengan tulisan: “Juara! Sementara yang lain hanya berkicau dan memposting. Terima kasih Tuhan. Kemuliaan milik-Mu!” Pesan tegas sang winger ini menjadi jawaban langsung bagi mereka yang meragukan perannya di final Eropa dan kesuksesan klub secara keseluruhan.
Rice sindir rival ‘iri’ saat parade juara
Rice dengan cepat bergabung dalam komentar unggahan rekannya itu, memperkeruh suasana saat skuad merayakan gelar liga yang bersejarah. Mantan kapten West Ham tersebut, yang sukses mengeksekusi penalti di final Liga Champions, menulis: “Iri di mana-mana,” disertai empat emoji tertawa. Itu menjadi sinyal jelas bahwa skuad Arsenal tidak terpengaruh oleh komentar sinis dari para pendukung dan pemain rival.
Gelandang tim nasional Inggris itu juga memanfaatkan momen parade trofi untuk menyampaikan peringatan kepada seluruh klub Liga Primer lainnya. “Mereka dulu menertawakan kami. Sekarang mereka tidak tertawa lagi,” ujar Rice di hadapan para penggemar. “Saya mencintai tim ini, saya mencintai manajer ini. Melihat kebahagiaan yang bisa kami berikan kepada orang-orang sungguh luar biasa. Tapi tahun depan kami akan kembali untuk lebih banyak lagi. Siapkan diri atau tertinggal.”
Spence nyalakan kembali rivalitas London utara
Ketegangan di media sosial ini sebagian besar berasal dari perseteruan lama dengan Spence. Bek Tottenham tersebut selama musim ini kerap mengejek Arsenal, bahkan pernah membagikan gambar editan para pemain The Gunners di balik jeruji besi selama pramusim. Setelah kemenangan Arsenal di derby London utara pada Februari lalu, akun resmi X klub itu menyindir Spence dengan memposting klip dirinya kehilangan bola disertai caption “Terkunci.”
Spence langsung membalas setelah kemenangan PSG pada Sabtu malam. Ia mengutip unggahan Arsenal sebelumnya, menambahkan emoji mata terbuka lebar dan gembok terbuka. Sindiran halus ini menyoroti kegagalan Arsenal meraih gelar ganda dan menunjukkan bahwa rivalitas antara dua sisi London utara tetap membara.
Arteta dan Rice tatap masa depan
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tetap fokus pada para penggemar selama perayaan, dengan pidato singkat namun penuh emosi. “Atas nama tim, ini sungguh luar biasa untuk disaksikan. Kalianlah yang menciptakan ini,” ujar pelatih asal Spanyol itu. “Ini adalah momen kalian untuk memastikan kita semua menikmatinya bersama. Nikmati hari yang indah. Ayo, Arsenal!” Arteta kini sudah menatap musim depan, yang akan dimulai dengan laga Community Shield melawan juara Piala FA, Manchester City, pada 16 Agustus.
Rice pun sependapat dengan sang manajer, menegaskan bahwa rasa sakit akibat kekalahan di final Liga Champions akan menjadi motivasi tambahan. “Kami akan menggunakan momen ini (kekalahan dari PSG) sebagai bahan bakar untuk musim-musim berikutnya,” ujar Rice. “Bicara dengan para pemain dan tentu saja manajer, tidak ada alasan bagi kami untuk berhenti di sini. Musim depan kami akan tampil lebih kuat lagi dan siap berjuang kembali. Ini masa yang sangat menggembirakan bagi klub ini.”