Tinggal Tunggu Restu Presiden Prabowo, Program Makan Bergizi Gratis Siap Melebarkan Sayap ke Jeddah
Moch Krisna June 01, 2026 11:01 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM --
Badan Gizi Nasional (BGN) berencana memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke mancanegara dengan menyasar Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi.

Langkah strategis ini tinggal menunggu persetujuan resmi dari Presiden Prabowo Subianto sebelum resmi diterapkan sebagai percontohan pertama di luar negeri.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Indonesia Jeddah untuk melihat potensi pelaksanaan program tersebut.

"Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama MBG di luar negeri," ujar Dadan saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam dikutip dari Kompas.com.

Menurut Dadan, gagasan menghadirkan MBG di Arab Saudi muncul dari aspirasi para siswa Sekolah Indonesia Jeddah yang ingin merasakan program yang saat ini telah berjalan di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri mengikuti perkembangan program MBG dan berharap memperoleh manfaat yang sama seperti teman-teman mereka di Indonesia

"Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia," katanya.

Dalam kunjungannya, Dadan mendapati antusiasme tinggi dari para siswa dan tenaga pendidik. Meski kunjungan berlangsung saat masa libur sekolah, sekitar 100 siswa bersama 56 guru tetap hadir untuk menyambut kedatangannya.

Sekolah Indonesia Jeddah saat ini menjadi tempat belajar sekitar 1.080 anak, mayoritas merupakan putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang memiliki sekitar 400 siswa.

Hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan sebelum pemerintah mengambil keputusan mengenai perluasan program MBG ke luar negeri.

"Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah," ujar Dadan.

Apabila disetujui, pelaksanaan MBG di Arab Saudi akan menggunakan mekanisme yang hampir sama dengan yang diterapkan di Indonesia. BGN akan menggandeng mitra untuk membangun dan mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun demikian, pelaksanaan program tersebut memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG," katanya.

Dadan menambahkan, menu makanan yang disajikan nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal di Arab Saudi. Pilihan menu bisa mengombinasikan makanan khas Indonesia dan kuliner lokal Arab Saudi agar tetap memenuhi kebutuhan gizi sekaligus sesuai dengan selera siswa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.