Peringati Hari Lahir Pancasila, Angie Natesha Soroti Keadilan Sosial yang Belum Merata
Muhamad Syarif Abdussalam June 02, 2026 12:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Peringatan hari kesaktian Pancasila 1 Juni 2026, menjadi momentum untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi Go, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum krusial untuk memperkuat persatuan, kesatuan, dan semangat gotong royong di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks.

Nilai-nilai Pancasila, kata dia, tetap sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Di era disrupsi teknologi, persaingan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi global, Pancasila menawarkan fondasi nilai yang kuat untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keadilan, serta antara kebebasan individu dengan tanggung jawab sosial.

“Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga panduan moral dan ideologis yang mampu menjawab tantangan kontemporer seperti polarisasi masyarakat, kesenjangan digital, hingga dampak perubahan iklim,” ujar Angie.

Angie juga menyoroti, masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya merasakan Sila Kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Meski telah 81 tahun Pancasila dikumandangkan, kesenjangan ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di berbagai daerah.

“Masih banyak rakyat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan, kesulitan mendapatkan pekerjaan layak, dan sulit mengakses layanan kesehatan gratis. Padahal pelayanan kesehatan adalah hak dasar semua warga negara, terutama bagi yang kurang mampu,” katanya.

Angie menyatakan bahwa PDI Perjuangan menjalankan perjuangan politik dengan penuh cinta tanah air. 

PDI Perjuangan terus mendorong pemerintahan agar setia pada ideologi Pancasila, konstitusi, demokrasi, serta cita-cita masyarakat adil dan makmur.

“Kritik yang kami sampaikan adalah bagian dari demokrasi sehat. PDI Perjuangan berkepentingan terhadap keberhasilan pemerintahan nasional,” katanya.

PDI Perjuangan juga menerima aspirasi masyarakat sipil dan tokoh pro-demokrasi terkait kecenderungan militerisme serta berbagai masalah perekonomian nasional. 

PDI Perjuangan mendorong agar segera dicari solusi komprehensif demi keselamatan ekonomi bangsa.

Angie menambahkan, bahwa sejumlah persoalan yang kini dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo merupakan dampak lanjutan dari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk kerusakan kebijakan fiskal dan pelemahan supremasi hukum.

Meski demikian, PDI Perjuangan tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi, sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang meminta seluruh kader turun ke bawah untuk mengorganisir rakyat dan memperkuat semangat gotong royong.

“Dengan mengamalkan Pancasila secara utuh, khususnya Sila Kelima, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.