TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Satib (54), salah seorang warga setempat, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumahnya saat api mulai mengamuk. Dalam kondisi panik dan mencekam, fokus utamanya hanya tertuju pada keselamatan keluarga.
Ia mengungkapkan hanya berhasil mengamankan dokumen-dokumen penting sebelum kobaran api mengepung tempat tinggalnya.
Saat ditemui di lokasi, Satib bersama istri dan seorang putrinya tampak terduduk lemas di sisi jalan. Tatapan mata mereka kosong, memandangi ke arah wilayah permukiman yang hangus terbakar, di mana salah satu puing bangunan tersebut adalah rumah mereka.
"Rumah saya di dalam. Tadi enggak ada barang yang diselamatkan. Cuma surat-surat aja ini," ungkap Satib kepada Tribunnews.com di lokasi kejadian, Senin.
Menurut penuturan Satib, petaka malam itu berawal dari salah satu kediaman warga yang membuka usaha warung makan. Kendati beredar dugaan dipicu tabung gas, ia mengaku tidak mendengar indikasi tersebut secara langsung sebelum kepanikan massal pecah.
"Enggak ada suara ledakan sih. Jadi warga aja pada lari," katanya.
Baca juga: Teddy: Kunker Presiden Zaman Dino Patti Djalal 120 Orang, Era Prabowo 60
Satib sangat menyayangkan respons pemilik warung makan yang tidak langsung meminta pertolongan kepada tetangga sekitar saat titik api pertama kali menyala. Berdasarkan informasinya, pemilik tempat usaha itu sempat berupaya menjinakkan api seorang diri.
"Baru pas api sudah mulai membesar, dia baru minta tolong ke warga yang lain," jelas Satib.
Keterlambatan tersebut berakibat fatal. Meskipun setelah itu warga berbondong-bondong datang membantu memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan alat seadanya, amukan si jago merah sudah terlalu besar dan dengan cepat melompat ke bangunan lain.
Kondisi diperparah oleh rapatnya jarak antar-rumah di kawasan padat tersebut.
Satib meyakini bahwa dampak dari kebakaran ini sebenarnya bisa diminimalisir jika ada tindakan kolektif sejak awal.
"Kalau dia (warga pemilik warung makan) minta tolong dari awal, mungkin masih bisa dicegah meluas apinya," keluh Satib lirih.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Kemayoran Diduga Dipicu Ledakan Gas Warung Makan