Medi Panik Saat Narik Bajaj Dikabari Rumahnya Ikut Terbakar, Istri Sedang Hamil
Acos Abdul Qodir June 02, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang warga bernama Medi (48) hanya bisa termenung melihat rumahnya di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat ikut terbakar pada Senin (1/6/2026) malam.

Ia yang duduk di samping mobil pemadam kebakaran yang tengah berjibaku memadamkan api, hanya bisa melamun sambil menopang dagunya seakan tak percaya rumah peninggalan orang tuanya habis dilalap api.

"Ini rumah saya yang depan, rumah almarhum orang tua abis kebakar semua," kata Medi saat ditemui, Senin malam.

Ia bercerita awalnya tengah mencari nafkah dengan menarik bajaj miliknya. Lalu, sekira pukul 19.00 WIB, ponsel Medi pun bergetar tanpa henti.

Rupanya, rekannya yang terus mencoba menghubungi Medi untuk memberi informasi jika rumahnya terbakar malam itu.

Tanpa pikir panjang, ia pun menancap gas bajajnya untuk segera pulang. Apalagi, sang istri tengah hamil muda yakni dengan usia kandungan memasuki 3 bulan.

"Saya khawatir, langsung pulang karena istri juga lagi hamil 3 bulan. Nah pas pengen masuk tuh ga bisa, udah ramai. Jadi bajaj saya tinggal itu di ono (kawasan) ondel-ondel," ucapnya.

Selain itu, bapak tiga anak itu juga memikirkan sanak keluarganya yang tinggal bersama di rumah lantai dua itu.

"Di rumah kan juga dagang pakaian wanita. Cuma bisa diselamatin beberapa aja, sama surat-surat berharga. Alhamdulillah istri sama anak-anak selamat tadi," tuturnya.

Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Kemayoran Meluas, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Bukan hanya rumah yang ditinggali Medi yang tak selamat dari lalapan api. Rumah orang tua lainnya yang ditinggali oleh kakaknya itu juga habis terbakar.

"Istri saya ungsiin dulu ke rumah kerabat, enggak jauh dari sini. Kasihan kan lagi hamil, untuk warga tadi bantu selamatin," jelasnya.

Diduga Dipicu Ledakan Gas

Sebelumnya, Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat masih berjibaku memadamkan api yang menghanguskan pemukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, RT 02 RW 05, Kebon Kosong, Kemayoran, hingga Senin (1/6/2026) pukul 23.30 WIB.

Berdasarkan informasi terbaru di lapangan, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari salah satu warung makan di area tersebut.

Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari sebuah warung makan.

Warga sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas sebelum kobaran api membubung tinggi.

"Tadi katanya dari warung makan, ada suara ledakan (diduga gas). Warga sini sebenarnya sudah sempat bantu siram pakai alat seadanya, tapi api cepat sekali merembet karena di sini banyak bangunan semi permanen," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Material bangunan yang mayoritas berbahan kayu dan triplek membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil hingga api akhirnya meluas ke rumah-rumah tinggal di sekitarnya.

Baca juga: Kronologi Adik Anggota TNI di Deli Serdang Dikeroyok Puluhan Orang, Berawal Dari Bela Teman

Gang Sempit dan Warga Berkerumun

KEBAKARAN KEMAYORAN – Pantauan udara memperlihatkan kobaran api yang membakar permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Petugas mengerahkan 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke bangunan sekitar.
KEBAKARAN KEMAYORAN – Pantauan udara memperlihatkan kobaran api yang membakar permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Petugas mengerahkan 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke bangunan sekitar. (Tangkapan layar media sosial)

Data dari papan pantau tim Damkar Jakarta Pusat menunjukkan peningkatan kekuatan personel.

Sebanyak 35 unit mobil pemadam dengan total 106 personel kini dikerahkan ke titik api di sekitar Masjid Jami Al-Ihsan.

Selain petugas pemadam kebakaran, ada pula personel polisi dan warga yang turut membantu pemadaman Si Jago Merah.

Namun, upaya petugas menembus titik api mengalami kendala serius. Selain akses gang yang sempit, banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton kejadian menghambat pergerakan armada dan petugas yang sedang membentangkan selang air.

Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Kemayoran Meluas, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Perwira Piket Damkar, Yuli Sahroni, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 23.30 WIB status kebakaran masih dalam "Situasi Merah".

Petugas masih berfokus melakukan lokalisir agar perambatan api tidak semakin meluas ke RW sebelah.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Petugas medis dan ambulans telah bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya warga atau petugas yang mengalami sesak napas akibat asap tebal di pemukiman padat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.