TRIBUNNEWS.COM - Pembalap andalan Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, benar-benar mencuri perhatian dalam gelaran MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello Minggu (31/5/2026) lalu.
Rider asal Jepang ini nyaris saja menggenapi dominasi Aprilia di tangga podium, menyusul Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Sayang, Ogura harus puas finis di posisi keempat setelah kalah tipis terpaut 0,034 detik saja di garis finis dengan Pecco Bagnaia.
Ya, drama yang disuguhkan Ogura tepat pada tikungan terakhir di lap pamungkas, ketika meluncurkan manuver demi merebut posisi ketiga dari Bagnaia.
Namun, Bagnaia melakukan aksi cut back cerdas, memotong jalur dari sisi dalam, dan berhasil mengamankan kembali podium ketiga.
Menariknya, jika kita tarik ke belakang, momen yang membuat Ogura kehilangan banyak waktu sebenarnya terjadi saat duel dengan Marc Marquez.
Aksi salip yang terjadi di paruh pertama balapan tersebut diakui Ogura tidak berjalan mulus.
Sepanjang awal balapan, Ogura memang lebih banyak menghabiskan waktu tertahan di posisi ketujuh.
Meski demikian, pembalap bernomor #79 ini kembali membuktikan kapasitasnya.
Baca juga: Transfer Pembalap MotoGP 2027 - Ai Ogura Hengkang, Vinales hingga Joan Mir Jadi Pengganti
Ketika performa ban pembalap lain mulai habis dan mengendur, Ogura justru tancap gas dan memangkas jarak rombongan pembalap di depannya.
Sayangnya, rencana Ogura langsung buyar begitu ia mencoba mengeksekusi Marquez.
Ogura mengakui bahwa manuvernya saat menyalip The Baby Alien sama sekali jauh dari kata rapi.
Rencana yang sudah ia susun ternyata berbanding terbalik dengan realitas di atas lintasan.
"Ya, momen itu (menyalip Marquez) benar-benar kurang bersih," buka Ai Ogura mengutip Crash.
Ogura membeberkan secara detail apa yang sebenarnya terjadi di atas motornya saat insiden itu berlangsung.
"Saya pikir ketika Marc melihat posisi saya, dia langsung melepas remnya. Masalahnya, Tikungan 10 adalah salah satu titik paling kritis untuk ban depan."
"Saat itu, sudah terlambat bagi saya untuk mengubah keputusan (membatalkan manuver). Namun, di sisi lain, saya juga tidak bisa menekan tuas rem lebih dalam lagi karena saya merasa motor saya pasti akan jatuh," jelas pembalap berpaspor Jepang tersebut.
Akibat kebuntuan tersebut, Ogura tidak memiliki pilihan lain demi menyelamatkan dirinya dan Marquez dari kecelakaan.
Ia terpaksa melepas rem, yang berujung pada melebarnya jalur balap kedua rider top ini.
"Jadi, saya harus melepas rem, dan kemudian kami berdua akhirnya melebar keluar jalur," tambah Ogura.
Terkait aksi gilanya di lap terakhir saat mencoba membajak P3 milik Bagnaia, langkah tersebut murni spekulasi tanpa ekspektasi tinggi.
"Manuver di lap terakhir itu murni usaha nekat untuk merebut posisi ketiga. Tentu saja, saya sudah mengerahkan kemampuan terbaik yang saya miliki, tetapi saya tidak pernah menyangka akan benar-benar bisa finis di atas podium."
"Menyelesaikan balapan sengit seperti ini tepat di belakang Pecco juga rasanya tidak akan terlalu bagus," ungkapnya.
Meski strategi pamungkasnya gagal membuahkan trofi podium, Ogura mengaku sama sekali tidak menyesali keputusan berani yang diambilnya di atas sirkuit.
"Jadi, saya harus mencobanya, dan walaupun akhirnya tidak berhasil, bagi saya itu tidak apa-apa," pungkas Ogura.
(Tribunnews.com/Niken)