Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan setiap hari Jumat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran mulai memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi.
Baca juga: Digerebek Saat Paketkan Sabu, 3 Pengedar di Lampung Selatan Diringkus Polisi
Kepala Bagian Organisasi Setdakab Pesawaran, Hairiwira Usman, menyebutkan bahwa konsumsi listrik di perkantoran pemerintah menurun drastis, dengan penghematan mencapai sekitar Rp40 juta per bulan sejak penerapan WFH.
Meski WFH mengurangi kehadiran fisik pegawai di kantor, koordinasi pekerjaan tetap berjalan lancar melalui sistem daring maupun tatap muka untuk pekerjaan yang membutuhkan kehadiran langsung.
“Secara pelaksanaan tidak ada kendala. Koordinasi dapat dilakukan secara daring maupun offline jika ada pekerjaan yang harus dilakukan langsung di kantor. Meskipun WFH diterapkan, pelaksanaannya tetap dilakukan secara hybrid,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Senin (1/6/2026).
Hairi menambahkan, efisiensi terlihat lebih nyata pada pegawai eselon IV dan staf yang jumlahnya lebih banyak, sehingga mobilitas harian mereka berkurang dan berdampak positif pada penggunaan bahan bakar.
Meskipun kendaraan dinas pejabat eselon II dan III tetap digunakan, pengurangan aktivitas di lapangan memberikan kontribusi global terhadap efisiensi anggaran.
Melihat hasil positif dari kebijakan ini, Pemkab Pesawaran berencana memperluas fleksibilitas kerja dengan tetap menyesuaikan prioritas pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.
Menurut Hairi, pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci agar sistem kerja hybrid dapat berjalan efektif.
“Kebijakan fleksibilitas bekerja ke depan bisa diterapkan untuk seluruh jabatan berdasarkan prioritas layanan dan administrasi pemerintahan. Dengan dukungan teknologi, sistem kerja yang fleksibel dan berorientasi pada hasil dapat menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)