TRIBUNNEWS.COM - Jika dulu kemunculan Marc Marquez penuh kritik karena gaya balapnya yang agresif, kini ada yang lebih menjengkelkan.
Sikap tak profesional juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, membuat pembalap Monster Energy Yamaha ini menjadi "musuh" dari media di musim 2026.
Sikap tak terpujinya kembali muncul setelah balapan utama MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5).
Setelah mengakhiri balapan di peringkat 14, Fabio Quartararo, hanya melakoni satu dari dua sesi wawancara yang diharuskan. Pria asal Nice, Prancis, ini hanya melontarkan sekelumit pernyataan di depan kamera TV menyoal reaksinya atas balapan Mugello.
Tetapi di sesi media pers, pembalap berjuluk El Diablo ini tidak melakukannya.
Mula-mula Quartararo datang ke media center, di mana para jurnalis belum hadir semuanya kala itu. Karena jengah, Quartararo hanya bertahan 10 menit dan langsung meninggalkan ruangan.
Situas ini membuat para jurnalis dari berbagai media di MotoGP murka. Dua di antaranya Adam Wheeler dan David Emmett yang menyampaikan kekecewannya dalam Podcast Paddock-Pass tayang Senin (1/6).
"Pertama-tama, maksud saya, kami mencetak rekor kecepatan tertinggi sepanjang masa MotoGP baru di sini pada hari Sabtu," ujar Adam Wheeler, mengacu kepada ATLR yang dibukukan Marco Bezzecchi di sesi Kualifikasi.
"Tetapi Quartararo juga mencetak rekor baru, datang dan bertahan di sesi media pers selama 10 menit, dan ketika para media belum hadir," sambungnya.
Emmett menambahkan bahwa Fabio Quartararo sengaja tak mau menunggu kehadiran para media memberikan informasi soal jalannya balapan.
“Dia ada di sana, media tidak ada, dan dia pergi sebelum media benar-benar tiba. Persis seperti yang dia inginkan.”
“Jadi maksud saya, saya pikir akan ada beberapa pembicaraan di Yamaha karena itu tidak profesional," ucapnya melanjutkan.
Lebih dari itu, Quartararo memang menjadi musuh besar, tidak hanya media namun juga timnya sendiri.
Baca juga: Bursa Transfer Pembalap MotoGP 2027: Adik Valentino Rossi Terpojok Gegara Quartararo
Monster Energy Yamaha tidak senang dengan sikap Quartararo yang terlalu menjelekkan pengembangan motor timnya. El Diablo berulang kali mengatakan Yamaha tidak memenuhi permintaannya untuk menambah top speed motor M1.
Bahkan, dalam pernyataan terbaru setelah Mugello, Quartararo menyebut "sudah kalah", menunjukkan karakter tak profesionalnya, beririsan dengan kabar dirinya akan menandatangani kontrak dengan Honda HRC pada MotoGP 2027.
Emmett kemudian mencoba mengkasihani Quartararo. Hal ini merujuk kepada talenta dan kualitas pembalap bernomor #20 ini yang tersia-siakan.
Diakui, secara skill, pembalap dengan kualitas terbaik di lintasan setelah Marc Marquez adalah Fabio Quartararo.
"Saya tahu kondisinya Quartararo sungguh ironi dan kasihan. Namun bagaimanapun dia memegang banyak uang saat dirinya menangis di pojokan."
Apa yang disampaikan David Emmett mengacu kepada jumlah gaji yang diterima El Diablo.
Fabio Quartararo diketahui menjadi pembalap bergaji paling tinggi di MotoGP 2026. Yamaha membayarnya 12 juta Euro (Rp248 miliar) per musim.
Tidak seharusnya pembalap dengan gaji tertinggi, plus Yamaha sudah mencoba memenuhi apa yang diinginkan pembalapnya, namun Quartararo masih bersifat arogan.
Bahkan mantan pembalap MotoGP Neil Hodgson, menyarankan agar Yamaha melarang Quartararo berbicara kepada media setelah balapan.
"Jika saya adalah pihak pers Yamaha, saya akan mengatakan, 'Kita sudah selesai sekarang, Fabio. Kami akan menghentikan Anda berbicara kepada pers karena itu sangat negatif.'" nilai Neil Hodgson.
Terdekat, Quartararo dan pembalap lainnya akan mengaspal pada MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, 5-7 Juni.
(Tribunnews.com/Giri)