TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Di tengah situasi darurat kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, muncul dugaan aksi pencurian yang dilakukan seorang pria.
Pria tersebut memanfaatkan kekacauan di lokasi kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Pria itu disebut-sebut berpura-pura membantu proses evakuasi barang milik warga.
Namun, aksinya akhirnya terbongkar setelah warga menyadari ada yang tidak beres dengan gerak-geriknya.
Saat kobaran api masih membesar dan warga berlarian menyelamatkan barang dagangan maupun perabot rumah tangga, pria tersebut terlihat membawa satu karung.
Kondisi yang penuh kepanikan membuat keberadaannya sempat tidak menimbulkan kecurigaan.
Namun, warga sekitar yang mengenal satu sama lain mulai menyadari bahwa pria tersebut bukan berasal dari lingkungan setempat.
"Tadi sempat ada yang maling juga. Maling dagangan satu karung. Dia bilangnya 'evakuasi-evakuasi', tapi kan warga pada hapal mana yang orang luar sama yang orang dalem (area Pasar Jiung)," ujar Beroto dikutip dari Tribunnews, Selasa (2/6/2026).
Kecurigaan warga semakin menguat ketika pria tersebut tetap membawa karung dagangan yang diduga bukan miliknya.
Di tengah fokus warga menyelamatkan barang dari ancaman api, dugaan aksi pencurian itu akhirnya terungkap.
Warga yang merasa geram karena situasi darurat justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi langsung mengejar pria tersebut.
"Jadi tadi dipukulin warga pakai besi, pakai helm. Enggak tahu deh nasibnya sekarang gimana," lanjut Beroto.
Hingga kini belum diketahui identitas pria yang diduga melakukan pencurian tersebut. Kondisi terkininya juga belum dapat dipastikan.
Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol, tepatnya di belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.10 WIB ini menghanguskan ratusan bangunan semi permanen dan menyebabkan tiga orang warga mengalami luka-luka.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri membeberkan peristiwa bermula ketika warga sekitar dikejutkan oleh kemunculan kobaran api yang sangat cepat membesar dari salah satu rumah warga.
Disampaikannya, berdasarkan kesaksian Ketua RW 04 setempat, sekira pukul 21.00 WIB api tiba-tiba muncul dari dua rumah yang berada persis di belakang kediamannya.
"Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik dari rumah warga tersebut. Api tiba-tiba langsung membesar," ujar Erlyn saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).
Melihat kobaran api yang mulai merembet, warga sekitar tidak tinggal diam.
Sejumlah warga sempat bahu-membahu berusaha menjinakkan si jago merah menggunakan tiga buah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) milik Sekretariat RW 04.
Namun, lantaran mayoritas bangunan di lokasi terbuat dari bahan semi permanen yang mudah terbakar, upaya awal warga tersebut tidak berhasil membendung amukan api yang telanjur meluas.
Amukan si jago merah ini tidak hanya menghanguskan harta benda, tetapi juga memakan korban luka.
Pihak kepolisian melaporkan ada tiga orang warga yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat peristiwa ini.
"Dua korban dibawa ke RS Hermina Kemayoran. Sementara satu lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna penanganan medis lebih lanjut," ujar Erlyn.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Data sementara yang dihimpun di lapangan menunjukkan dampak kerusakan materiil yang sangat besar. Sebanyak 250 bangunan semipermanendilaporkan hangus terbakar.
Akibatnya, sekira 300 Kepala Keluarga (KK) atau 500 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggalnya dan kini berada di pengungsian.
Hingga saat ini, total kerugian materiil akibat kebakaran ini masih belum dapat ditaksir dan barang bukti masih dalam penyelidikan petugas.
Baca juga: Pukul 08.00 WIB Jalan Lenteng Agung Dibuka, Pengendara Langsung Antre Melintas
Baca juga: Rumah Rusak Terdampak Ledakan Gas Melon, Warga Pasar Rebo Harap Bantuan
Baca juga: Pagi Ini Jalan Lenteng Agung Belum Dibuka, Mobil dan Motor Dialihkan